Wisata Tutup Dua Bulan karena PPKM, Ini yang Dilakukan Desa Wisata Pulesari

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
03 September 2021 06:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Pengelola Desa Wisata Pulesari, Didik Irwanto, menjelaskan sembari menunggu keputusan pemerintah untuk menurunkan level PPKM dan membuka kembali tempat wisata, pihaknya telah menyiapkan berbagai keperluan untuk beroperasi kembali setelah dua bulan tutup.

“Yang sudah disiapkan beberapa kegiatan pembersihan wahana, fasilitas yang ada kami benahi. Karena lama tidak terpakai sehingga kami perlu checking wahana dan fasilitas. Wahana kami ada yang di luar permukinan, karena sungai, sudah dicek, mulai dua minggu kemaren. Pembersihan kawasan, selokan, jalan, rumput, kami gotong royong secara masal,” ujarnya, Kamis (2/9/2021).

Selain pengecekan wahana dan kawasan, pengelola juga menyiapkan infrastruktur khususnya yang mendukung penerapan protokol kesehatan, di antaranya fasilitas cuci tangan yang telah terpasang di 30 titik, thermogun yang berjumlah 10 buah, disinfektan dan hand sanitizer.

Baca juga: 1.050 Siswa SD Masuk Sasaran Program Vaksinasi Covid-19

Di samping itu, untuk penanganan jika terjadi penularan Covid-19, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kalurahan Wonokerto, kapanewon Turi, dengan menyiagakan satu unit ambulans yang bisa digunakan warga di tingkat kalurahan.

Untuk memperkuat perlindungan dari penularan Covid-19, ia memastikan seluruh petugas Desa Wisata Pulesari sejumlah 50 orang telah divaksin. “Cuma yang belum warganya, bisa dikatakan mitra. Maka kami upayakan Satgas Covid-19 Kalurahan besok kami ajukan vaksin kembali,” katanya.

Di luar itu, pengelola juga menyiapkan dua spot tambahan yang baru akan dibuka setelah PPKM nanti, yakni foodcourt dan camping area. Pada spot foodcourt, akan disediakan sentra kuliner, panggung akustik dan galeri produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) warga sekitar.

Sementara pada camping area, akan disediakan panggung pertunjukan, toilet dan homestay. Pembangunan camping area ini mendapat dukungan dari Kementerian Desa dengan program pembangunan usaha pariwisata.