Aktivitas Gunung Merapi Melandai Sepekan Terakhir

Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari
10 September 2021 21:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Intensitas erupsi Gunung Merapi terpantau rendah dalam sepekan terakhir. Terhitung pada 3-9 September, hanya terjadi satu kali awan panas guguran. Sementara untuk guguran lava dan kegempaan masih cukup banyak, meski tidak sebanyak beberapa pekan sebelumnya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan dalam sepekan, awan panas hanya terjadi satu kali dengan estimasi jarak luncur 2 km ke arah barat daya. “Guguran lava teramati sebanyak 129 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 km,” katanya, Jumat (10/9/2021).

Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. “Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah dan tinggi 200 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada Selasa [7/9] pukul 06.00 WIB,” ujarnya.

BACA JUGA: Kemenkes: Pelancong dari Arab Saudi dan Malaysia Paling Banyak Bawa Covid-19 ke RI

Pada aktivitas kegempaan, terjadi satu gempa Awan Panas Guguran, dua gempa Vulkanik Dangkal, 286 gempa Low Frekuensi, 20 gempa Fase Banyak, 1.491 gempa Guguran, 561 gempa Hembusan, dan empat gempa Tektonik. “Kegempaan Low Frekuensi pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan dengan minggu lalu,” katanya.

Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan 2, teramati adanya perubahan morfologi pada kubah lava barat daya dan kubah tengah, yaitu ketinggian kubah barat daya bertambah sekitar 5 meter dan kubah tengah bertambah sekitar 1 meter. Volume kubah lava barat daya sebesar 1,5 juta meter kubik dan kubah tengah sebesar 2,8 juta meter kubik.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara-Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.