DIY Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ini Wanti-Wanti Epidemiolog UGM 

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
15 September 2021 18:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama menyatakan jika pembelajaran tatap muka (PTM) di DIY akan dilakukan dalam waktu dekat, protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan dan ditambah vaksinasi semua warga sekolah.

"Perlindungan terhadap Covid-19 itu berlapis, termasuk protokol kesehatan 5M dan vaksin. Tentu saja harus mempertimbangkan juga kondisi daerah yang sebenarnya dan kemampuan 3T daerah itu," ujarnya ketika dihubungi Harian Jogja pada Rabu (15/9/2021).

Ia mendorong tak hanya warga sekolah seperti guru, staf tenaga kependidikan, dan murid saja yang divaksinasi. Orang tua murid juga perlu segera mendapatkan vaksin sehingga risiko penularan di sekolah bisa menurun.

Meskipun demikian, dosen di Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM ini menyatakan vaksinasi bukan poin utama untuk menjadi aspek pemberlakuan PTM. Upaya vaksinasi harus tetap dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Protokol kesehatan yang ketat ditambah vaksinasi, itu yang penting. Jangan sampai ada sekolah beranggapan bisa longgar protokolnya, karena merasa semua sudah divaksinasi," tegasnya.

Ia melanjutkan penerapan protokol kesehatan ini juga diiringi dengan upaya penanganan jika ada temuan kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah, baik itu murid, guru, dan staf non-guru. Bahkan, penanganan itu harus mendetail hingga kasus kontak erat.

"Yang positif atau kontak erat, ini harus detail penanganannya dan bekerjasama dengan puskesmas. Seperti misal isolasi lima hari jika kontak erat dan 10 hari jika positif," ujar dia.