Orang Tua Menolak, Siswa Tetap Boleh Belajar Daring

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
16 September 2021 03:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah harus mendapatkan izin dari walimurid. Apabila orang tua menolak, maka anak tetap diperbolehkan melaksanakan pembelajaran secar daring.

“Ya kalau orang tua tetap meminta pembelajaran jarak jauh, maka kami kami layani,” kata Ali, Rabu (15/9/2021).

Menurut dia, pelaksanaan sekolah tatap muka secara terbatas mengacu pada edaran yang dikeluarkan Disdikpora Gunungkidul. Seluruh sekolah pun diperbolehkan menggelar pertemuan tatap muka.

Meski demikian, sambung Ali, ada ketentuan yang harus ditaati seperti kapasitas siswa juga dibatasi maksimal sebanyak 50% di setiap kelasnya untuk SD dan SMP. Sedangkan untuk Paud dibatasi maksimal 33% dari kapasitas normal.

Baca juga: Vaksinasi Pelajar SMA dan SMK di DIY Sudah 72%

Di awal pembelajaran tatap muka, ia mengimbau kepada sekolah agar pelaksanaan lebih mengedepankan sosialisasi. Hal ini dikarenakan lebih dari satu tahun anak-anak terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh sehingga membutuhkan adaptasi.

“Jangan yang berat-berat dan harus dibikin santai. Yang penting anak masuk dulu dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip ini menambahkan, kebijakan memberikan keleluasaan tidak hanya dalam proses pembelajaran tatap muka. Pasalnya, disdikpora juga tidak menerapkan kewajiban dalam vaksinasi. Pada saat ada anak yang menolak divaksin, maka tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kami tidak akan memaksa karena pelaksanaan berdasarkan kesadarang masing-masing,” katanya.