Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah harus mendapatkan izin dari walimurid. Apabila orang tua menolak, maka anak tetap diperbolehkan melaksanakan pembelajaran secar daring.
“Ya kalau orang tua tetap meminta pembelajaran jarak jauh, maka kami kami layani,” kata Ali, Rabu (15/9/2021).
Menurut dia, pelaksanaan sekolah tatap muka secara terbatas mengacu pada edaran yang dikeluarkan Disdikpora Gunungkidul. Seluruh sekolah pun diperbolehkan menggelar pertemuan tatap muka.
Meski demikian, sambung Ali, ada ketentuan yang harus ditaati seperti kapasitas siswa juga dibatasi maksimal sebanyak 50% di setiap kelasnya untuk SD dan SMP. Sedangkan untuk Paud dibatasi maksimal 33% dari kapasitas normal.
Baca juga: Vaksinasi Pelajar SMA dan SMK di DIY Sudah 72%
Di awal pembelajaran tatap muka, ia mengimbau kepada sekolah agar pelaksanaan lebih mengedepankan sosialisasi. Hal ini dikarenakan lebih dari satu tahun anak-anak terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh sehingga membutuhkan adaptasi.
“Jangan yang berat-berat dan harus dibikin santai. Yang penting anak masuk dulu dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip ini menambahkan, kebijakan memberikan keleluasaan tidak hanya dalam proses pembelajaran tatap muka. Pasalnya, disdikpora juga tidak menerapkan kewajiban dalam vaksinasi. Pada saat ada anak yang menolak divaksin, maka tidak mempermasalahkan hal tersebut.
“Kami tidak akan memaksa karena pelaksanaan berdasarkan kesadarang masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.