Vital karena Penghubung Tol Jogja-Solo dan Trans Jawa, Jembatan Ngasem Dikebut

Proses konstruksi Jembatan Ngasem Colomodo, Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu/Ist
22 September 2021 20:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan kegiatan konstruksi dan pengadaan lahan untuk proyek jalan tol Jogja-Solo terus dilakukan. Saat ini, pelaksana proyek sedang menyelesaikan konstruksi Jembatan Ngasem, Colomodo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Corporate Communication PT Jogjasolo Marga Makmur Ahmad Izzi saat ini selain terus melakukan proses pengadaan tanah, proyek Jalan Tol Jogja-Solo masih menyelesaikan pembangunan jembatan Ngasem. Bangunan tersebut memiliki fungsi vital karena menghubungkan tol Jogja-Solo dengan tol Trans Jawa.

"Jadi konstruksi kami fokus dulu di titik ini, di seksi 1.1 ruas Kartasura-Klaten sambil lalu kami terus menyelesaikan proses pengadaan lahan. Setiap hari dilakukan pengerjaan konstruksi, termasuk pengadaan lahan yang belum," katanya saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (22/9/2021).

Lokasi pembangunan, lanjut Izzi, berada persis di seberang gerbang tol Colomadu sebagai pintu keluar dan pintu masuk tol Semarang-Solo. Seksi ini memang dikebut karena proses pembebasan lahannya juga selesai. Hingga kini progress pekerjaan untuk seksi 1 telah mencapai lebih dari 3,6 %. "Penyelesaian Jembatan Ngasem menjadi prioritas kami saat ini. Sebab Seksi 1 ini sebagai titik awal dari ruas Tol Jogja-Solo sekaligus merupakan penghubung tol ini dengan Tol Trans Jawa (Tol Semarang-Solo)," katanya.

BACA JUGA: Siswa dan Guru di Jateng Positif Covid-19 saat Pembelajaran Tatap Muka

Saat ini, pembangunan Jembatan Ngasem tengah menyelesaikan pengecoran tiang penyangga (pilar). Produksi gelagar jembatan juga sedang dikerjakan di plant precast. Ditargetkan awal Oktober sudah dapat dilaksanakan pemasangan gelagar/girder, dilanjut pengecoran lantainya.

Untuk kelanjutan pengadaan lahan di Purwomartani, Kalasan, Izzi mengatakan hal itu masih terus diproses oleh Pejabat Pelaksana Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah (Direktorat Jenderal Bina Marga – Kementerian PUPR). "Pengadaan lahan tentu menyesuaikan dengan anggaran. Dananya dari LMAN. Namun kami bersama Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) terus memberi support agar proses pengadaan lahan terus dilakukan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT JMM Adrian Priohutomo menjelaskan kesuksesan kegiatan pengadaan atau pembebasan lahan jalan Tol Jogja-Solo dapat terwujud karena dukungan penuh pemerintah serta terjalinnya kolaborasi dan sinergi antara tim pembebasan lahan JMM dengan PPK Pengadaan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) serta Pemerintah Daerah.

Selain itu, katanya, peran serta dan partisipasi masyarakat terdampak dalam menyiapkan dan memenuhi kelengkapan berkas pelepasan hak juga berperan penting dalam percepatan proses pengadaan lahan. Dana lebih dari Rp 1,7 triliun telah digelontorkan oleh pemerintah untuk pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) kepada masyarakat terdampak yang tersebar di empat Kabupaten yaitu Karanganyar, Boyolali, Klaten dan Sleman.

"Kami menghaturkan terima kasih kepada seluruh masyarakat terdampak yang ikhlas melepaskan hak atas tanahnya untuk pembangunan jalan tol ini," kata Adrian melalui keterangan persnya.

Untuk percepatan pelaksanaan pekerjaan, penyedia jasa untuk seksi 1 dibagi menjadi 2 sub seksi yaitu seksi 1.1 ruas Kartasura-Klaten dan seksi 1.2 ruas Klaten-Purwomartani. Penyedia jasa untuk masing-masing sub seksi tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk seksi 1.1 dan PT Dayamulia Turangga untuk seksi 1.2.

Untuk kenyamanan pengguna jalan tol dan meningkatkan pengembangan kawasan disekitar jalan tol, JMM akan membangun Rest Area dan pelayanan yang berlokasi di Desa Manjungan-Klaten (sta 19+300 A) dan Desa Demak Ijo-Klaten (sta 25+200 B). Untuk mendukung percepatan dan kelancaran rencana tersebut, katanya, koordinasi intensif dengan Pemda terus dilakukan.