Makam Dibongkar, Warga Dukun Magelang ternyata Korban Pembunuhan
Nuryanto baru menyadari bahwa perhiasan emas 15 gram dan uang tunai Rp30 juta yang ada di lemari kamarnya hilang.
Andromeda Sindoro, CEO-Founder Sweet Sundae./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Digital marketing menjadi suatu keharusan bagi sebuah usaha untuk bisa bertahan saat pandemi Covid-19 belum tentu kapan selesainya. Bahkan jika pandemi telah berakhir, pengusaha yang telah menguasai digital marketing akan lebih mudah menguasai konsumen.
Hal itu diungkapkan Andromeda Sindoro, CEO-Founder Sweet Sundae, seusai Webinar Millenials Sociopreneurship: Digital Marketing, Solusi Jitu Membuka Peluang Pasar, Kamis (23/9/2021). Kegiatan yang digelar oleh Mili Production juga menghadirkan narasumber kedua, Rizki Dwi Rahmawan, CEO CV Mekanira Nusantara.
Andromeda menjelaskan digital marketing adalah semua kegiatan penjualan seperti sales, marketing, hingga branding yang didigitalkan. Platform digital tersebut seperti Instagram, Facebook, TikTok, Twitter maupun tools lain yang tidak secara langsung mendukung penjualan tetapi berpengaruh, misalnya market place, kata kunci di Google Trends, hingga aplikasi untuk memantau pergerakan ekonomi.
“Digital marketing ini penting karena membuat perusahaan bisa menjangkau semua orang. Pengalaman saya di Sweet Sundae, sebelum 2020, sebelum pandemi, kami sangat offline, menawarkan es krim dan susu ketok pintu hotel, kafe, katering. Dalam sehari, hanya bisa menjangkau 4-5 customer sebab satu customer perlu dua jam. Itu belum pindah-pindahnya, dan belum tentu closing, baru penawaran. Follow up masih butuh effort. Tapi setelah digital marketing, dalam tiga jam bisa menjangkau 10.000 orang, itu lewat Google Ads, memang tidak semua tapi 100 order saja yang order itu lebih banyak daripada saat offline,” papar Andromeda.
Ia menekankan pentingnya perusahaan melakukan digital marketing meski telah melakukan offline marketing. Jika hanya mempertahankan offline marketing, dua atau tiga tahun ke depan, mereka bisa ketinggalan jaman. “Kalau nunggu pandemi berakhir dan tetap bertahan dengan offline, lama-lama modal akan habis. Sedangkan saat pandemi berakhir, semua perusahaan sudah menerapkan digital marketing, jika kita baru mau memulai, sudah ketinggalan dengan yang lain,” katanya.
Adapun Rizki Dwi Rahmawan dalam paparannya, membagikan tentang pentingnya pengusaha yang memulai usaha untuk berkolaborasi guna memperluas dan meningkatkan penjualan. Ia menyebutnya sebagai support system.
“Kita tidak bisa merencanakan kita akan bertemu dengan siapa. Peluang mendapatkan mitra yang kita butuhkan adalah saat bertemu di ekositem yang tepat, yang mendukung usaha kita. Karenanya, kita harus masuk, kolam yang banyak support system di mana, kita yang harus ikhtiar kesana. Semakin banyak aktualisasi, peluangnya lebih besar,” paparnya.
Kolaborasi ini perlu dilakukan setelah tim inti terbentuk. Ia menyebutkan kolaborasi di antaranya dengan perusahaan yang lebih dulu berdiri, asosiasi, pemerintah hingga nongovernment organization (NGO). Di situlah, pengusaha akan belajar tentang pasar dan menjalin mitra yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nuryanto baru menyadari bahwa perhiasan emas 15 gram dan uang tunai Rp30 juta yang ada di lemari kamarnya hilang.
Pakar UGM mengungkap slow jogging dapat mengaktifkan vagus nerve yang membantu menjaga kesehatan mental, menurunkan risiko depresi, dan menyehatkan tubuh.
Gerakan Segoro Rejan resmi dimulai di Kelurahan Wirobrajan. Warga bergotong royong reresik lingkungan setiap Minggu Legi bersama pemerintah dan mahasiswa UMY.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap di SIMMADE, MPP, Simenor, dan Satpas beserta biaya perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Malam SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM serta layanan PKB tahunan.