Unriyo Cetak 285 Lulusan, Rektor Ingatkan Kemampuan Adaptif
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.
Ismail Fahmi./Ist.
Harianjogja.com, JOGJA-Pakar Media Sosial (Medsos) Ismail Fahmi mengungkap perundungan terjadi paling banyak di medsos Instagram dan Facebook. Penggunaan internet di Indonesia saat ini masih didominasi untuk hiburan di medsos dan belum mengarah ke produktivitas.
Pakar Media Sosial Ismail Fahmi menjelaskan berdasarkan pengamatannya perundungan di media sosial paling banyak terjadi di Instagram. Kemudian disusul facebook hingga TikTok. Fahmi menambahkan berdasarkan data Microsoft, Indonesia termasuk negara yang paling banyak terkena perundungan. Orang dirundung karena beberapa hal, antara lain penampilan.
“Perundungan paling banyak terjadi di Instagram dan Facebook. Kadang terlalu cantik dibully, terlalu gendut dibully, sudah kondisi sehat atletis masih dibully, serba salah. Pakai baju sederhana dibully katanya sok miskin, pakai baju bagus masih dibully juga katanya sok pamer,” katanya dalam diskusi daring Meningkatkan Literasi Digital dalam Upaya Membangun Daya Saing Bangsa, Kamis (23/9/2021).
Selain penampilan, seseorang kadang dirundung juga karena kemampuan akademik, seperti menghasilkan juara atau karya tertentu. Seringkali masih ada pihak yang tidak berkenan sehingga menjadi objek perundungan.
Dampak yang ditimbulkan akibat perundungan menjadikan korban tidak percaya diri, tidak berani berkomunikasi di ranah sosial, depresi hingga berfikir untuk bunuh diri. Bahkan ada juga yang menghapus akun medsosnya karena menjadi korban perundungan. Selain itu dampak lain adalah enggan masuk kelas bagi pelajar, hingga mengalami persoalan makan tidak teratur.
Baca juga: Menimba Air, Seorang Warga Temukan Mayat di Sumur
“Kadang ada yang menghilang sama sekali di medsos, ada indikasi terkena bully, sehingga harus dibantu. Oleh karena itu penggunaan internet harus diarahkan untuk hal-hal bijak dan bermanfaat,” katanya.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengungkap pemanfaatan internet di Indonesia memang belum maksimal untuk menunjang produktivitas. Sebagian besar masyarakat menggunakannya untuk bermedsos, mengakses informasi dan berita serta hiburan. Namun paling banyak untuk medsos, ia mencontohkan pengguna internet dari jenjang pendidikan S1 hingga S3 sebanyak 92% menggunakan internet untuk bermedsos.
“Secara umum ini karena persoalan literasi digital yang rendah, ini juga dipicu oleh rendahnya literasi membaca masyarakat. Sehingga keberadaan internet tidak secara maksimal digunakan untuk hal yang produktif. Tetapi hanya untuk hiburan seperti bermedsos,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.
Sebanyak 55% dapur MBG telah bersertifikat higienis. Ribuan lainnya masih proses, sementara 1.152 dapur sempat disetop sementara.
SPMB Sleman 2026 hanya membuka jalur afirmasi untuk pemegang KKM. Simak pembagian kuota dan syarat lengkapnya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.