Dewan Desak Perbaikan Irigasi Banjaroya

Foto ilustrasi petugas mengukur panjang amblesan terowongan irigasi Bendung Tawang yang di terletak di Dusun Sambiroto, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan. - Ist/ Bambang Nurcahyo
24 September 2021 09:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Upaya perbaikan saluran irigasi di dusun Pantog Wetan, kalurahan Banjaroya, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, yang ambles pada Selasa (21/9/2021) menjadi sorotan DPRD Kulonprogo. Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) diharapkan mempercepat upaya perbaikan.

Anggota Komisi III DPRD Kulonprogo Wisnu Prasetya mengatakan percepatan upaya perbaikan harus segera dilakukan. Karena, aliran air menjadi terganggu imbas ditutupnya sementara irigasi. Padahal, aliran air peranannya cukup penting untuk mengaliri ribuan hektare lahan pertanian.

"Kerusakan ini jangan sampai mengganggu masa tanam. Saluran irigasi Kalibawang ini kan sangat strategis ya dan juga vital peranannya untuk pengairan ribuan hektare sawah. Saat ini, lahan pertanian sedang memasuki masa tanam pertama," kata Wisnu pada Kamis (23/9/2021).

Anggota DPRD Kulonprogo dari fraksi Golkar ini mengatakan jika saluran irigasi yang melewati wilayah kapanewon Kalibawang usianya sudah uzur. Dibangun pada masa Belanda silam. Oleh karena itu, upaya perawatan yang komprehensif dinilai perlu dilakukan.

"Sektor pertanian diharapkan mampu dijaga di tengah pandemi Covid-19 terlebih diterapkannya PPKM berjenjang. Sehingga saluran irigasi yang jebol harapannya segera bisa dilaksanakan. Petani juga tidak dipusingkan dengan jebolnya saluran irigasi," ujar Wisnu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Kulonprogo Gusdi Hartono mengatakan saluran irigasi peninggalan kompeni yang jebol tersebut berada di wilayah dusun Pantog Wetan, kalurahan Banjaroyo, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo.

"Penyebab jebolnya saluran irigasi diduga karena adanya hujan deras yang terjadi pada Selasa (21/9). Debit air meningkat signifikan. Sehingga, struktur irigasi menjadi lemah dan tak kuasa menahan debit air yang banyak," ujarnya.

Ia menambahkan debit air yang tinggi juga menggerus dinding tanggul sepanjang lima meter. Terlebih, debit air yang tinggi juga merusak jalur inspeksi irigasi di sekitar lokasi kejadian.

Bahkan, sebuah jembatan yang tak jauh dari jebolnya saluran irigasi ikut rusak karena terhempas debit air yang tinggi. Guna mengantisipasi terjadinya kerusakan tambahan, jawatannya berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar menutup sementara aliran air.

"Aliran air sementara waktu kami tutup untuk meminimalisir kerusakan menjadi lebih parah. Meskipun, dampaknya akan dirasakan kepada lahan pertanian di sekitar lokasi kejadian jebolnya saluran irigasi," ujar Gusdi.

Staf Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) Arif Wibowo saat dimintai konfirmasi mengatakan upaya perbaikan menjadi agenda yabg akan dilakukan menyusul kerusakan aliran irigasi di wilayah kapanewon Kalibawang.

Ari mengaku jika jawatannya sudah mengajukan upaya perbaikan instansi terkait. "Rencananya perbaikan akan memakan waktu selama dua Minggu. Perbaikannya juga masih menunggu hasil koordinasi antar stakeholder," kata Arif.