Hari Anti Rabies, Ribuan Hewan Peliharaan Disuntik Vaksin

Ilustrasi rabies
29 September 2021 09:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sedikitnya 1.500 ekor hewan peliharaan akan diberikan vaksin anti rabies. Layanan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan hewan yang dipelihara, khususnya anjing, kuncing hingga kera.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, hingga sekarang belum ditemukan kasus rabies di Bumi Handayani. Meski demikian, upaya antisipasi terus dilakukan, salah satunya dengan memberikan vaksin gratis terhadap hewan peliharaan milik masyarakat.

“Tahun ini ada 1.500 dosis yang disediakan. Untuk peringatan Hari Anti Rabies ada 120 hewan yang terdiri dari kucing, anjing dan kera yang divaksin,” kata Bambang, Selasa (28/9/2021).

Dia menjelaskan, penyakit rabies masuk zoonosis yang bisa menular ke manusia. Adapun prosesnya melalui gigitan hewan peliharaan seperti kucing, anjing dan kera. Guna menanggulangi penyakit ini, maka hewan peliharaan harus rutin divaksin anti rabies setiap tahunnya.

Baca juga: Lampu PJU Malioboro Dinyalakan, IDI Peringatkan Kasus Covid-19 Melonjak

“Hari ini merupakan peringatan anti rabies sedunia. Kami ikut memperingati dengan melakukan penyuntikan sebagai langkah antisipasi dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit ini,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Suseno Budi. Menurut dia, 1.500 dosis yang disediakan sudah terdistribusikan semua karena penyuntikan dilakukan sejak Agustus hingga Oktober mendatang. “Layanan dilakukan di UPT Puskeswan dan beberapa di dokter hewan. Semua diberikan secara gratis,” katanya.

Meski sudah memberikan layanan suntikan anti rabies, namun belum semua dapat terlayani. Hal ini terlihat dari jumlah populasi hewan peliharaan yang terdata. Sebagai contoh, untuk anjing hingga sekarang ada 14.043 ekor dan kucing sebanyak 38.845 ekor.

“Hewan peliharaan ini memang lucu-lucu, tapi harus diwaspadai potensi penularan rabies sehingga harus dilakukan vaksin secara rutin,” katanya.

Waspada

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung penuh upaya dinas pertanian dan pangan dalam upaya pencegahan penularan penyakit rabies. Meski belum ada kasus, ancaman tersebut harus tetap diwaspadai.

“Virus ini sudah ada sejak zaman Belanda dan umumnya melalui hewan anjing. Oleh karenanya, antisipasi harus dilakukan agar tidak terjadi kasus penularan di Gunungkidul,” katanya.