Tersisa 280 Tangki, Anggaran Bantuan Air Bersih Kian Menipis

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
03 Oktober 2021 12:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, TANJUNGSARI–Anggaran droping air yang dimiliki BPBD Gunungkidul kian menipis. Hasil perhitungan yang dilakukan, bantuan yang dimiliki tinggal menyisakan 280 tangki yang dapat disalurkan ke masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, di tahun ini menargetkan droping air sebanyak 2.200 tangki. Hingga awal Oktober, bantuan yang disalurkan ke masyrakat mencapai 1.920 tangki.

“Memang tidak banyak karena tinggai 280 tangki. Diperkirakan di pertengahan Oktober ini, bantuannya habis,” kata Edy kepada wartawan, Minggu (3/10/2021).

BACA JUGA : Sudah Hujan, Dropping Air Masih Berlangsung 

Dia menjelaskan, hingga sekarang sudah ada 13 kapanewon yang mengajukan bantuan air bersih ke BPBD Gunungkidul dengan total jiwa terdampak mencapai 99.559 jiwa. Kapnewon yang meminta bantuan di antaranya Girisubo, Rongkop, Paliyan, Tepus, Panggang, Semin, Tanjungsari. Selain itu, ada Kapanewon Wonosari, Gedangsari, Saptosari, Purwosari, Ngawen dan Ponjong.

“Yang terbebas dari masalah krisis air di Kapanewon Karangmojo dan Playen. Sedangkan tiga kapanewon lain seperti Patuk, Semanu dan Nglipar belum mengajukan antuan ke BPBD,” katanya.

Edy menambahkan, anggaran droping di tahun ini sekitar Rp700 juta. Meski sudah akan habis, ia tidak mengkhawatirkan karena masih ada cadangan anggaran di belanja tak terduga yang bisa diakses sewaktu-waktu.

“Kami tunggu hingga minggu ketiga Oktober kalau belum turun hujan, maka akan dilakukan kajian meningkatkan status kekeringan agar bisa mengakses dana belanja tak terduga,” ujarnya.

Panewu Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, program droping air terus dilakukan hingga sekarang. Untuk pelaksanaan ada pembagian dengan BPBD Gunungkidul agar bantuan bisa tepat sasaran.

BACA JUGA : Tiga Kapanewon di Gunungkidul Kehabisan Dana Dropping

“Kami droping di empat kalurahan, sedangkan untuk Kalurahan Banjarejo bantuannya ditangani oleh BPBD Gunungkidul,” katanya.

Meski tidak menyebut nominal, Rakhmadian mengakui dana droping masih mencukupi. Diperkirakan anggaran yang dimiliki masih mencukupi untuk penyaluran sampai November mendatang. “Masih aman dan droping jalan terus, meski hujan mulai turun,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Panewu Anom Girisubo, Arf Yahya. Menurut dia, droping di kapanewon menargetkan seanyak 400 tangki yang disalurkan ke warga. “Yang tersalurkan sudah ada 300 tangki dan masih ada 100 tangki yang akan disalurkan. Bantuan ini masih mencukupi untuk penyaluran untuk dua mingu kedepan,” katanya.