Sinyal Internet di Objek Wisata Gunungkidul Diperkuat

Sejumlah pengunjung bermain di kawasan Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Selasa (11/6/2019). Adanya kenaikan air laut karena gelombang tinggi tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati keindahan panorama pantai. /Istimewa - Dokumen SAR Satlinmas Wilayah I DIY
07 Oktober 2021 21:17 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menguatkan sinyal internet di tujuh objek wisata dan yang sulit sinyal atau blank spot, guna mendukung pembukaan uji coba terbatas.

"Mayoritas objek wisata berada di wilayah yang sulit sinyal karena kondisi geografis yang tidak mendukung," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul Wahyu Nugroho di Gunungkidul, Kamis (7/10/2021).

Ia mencontohkan informasi yang didapat dari kawasan Pantai Wediombo di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo. Pelaku wisata mengeluhkan sulitnya sinyal seluler di sana, yang juga berpengaruh pada jaringan internet.

"Sulitnya sinyal di sana karena topografi lingkungan yang berbukit-bukit. Ia pun menyatakan upaya sudah dilakukan, tapi masih terkendala berbagai persoalan teknis. Salah satunya mencoba meningkatkan ketinggian menara pemancar, tapi ternyata ada batas ketinggian maksimal yang harus diikuti," katanya.

BACA JUGA: Terlalu! Masih Ada Ortu yang Beri Nama Anaknya Pocong, Hantu hingga Kentut

Wahyu mengatakan Diskominfo akan mengupayakan pemasangan kabel fiber optik terdekat menuju kawasan sulit sinyal. Di kawasan tersebut fiber optik baru sampai di wilayah Jepitu. Upaya tersebut tetap membutuhkan dukungan biaya.

"Rencananya, Diskominfo Gunungkidul akan menggandeng Diskominfo DIY hingga dukungan dari pihak swasta. Kalau ada pembiayaan di 2022 mendatang serta dukungan program CSR (Corporate Social Responsibility) dari swasta, mungkin itu bisa dilakukan," kata Wahyu.

Sementara itu, Anggota DPRD Gunungkidul Demas Kursiswanto menilai persoalan sinyal internet jadi pekerjaan rumah bagi pemkab dan pihak terkait. Menurutnya, pemkab harus melakukan pembenahan, terutama demi mendukung aktivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang sangat bergantung pada kelancaran sinyal internet.

"Hanya saja dibutuhkan fasilitas pendukung khususnya dari sisi pembiayaan. Pemkab harus bekerja keras untuk pemasangan jaringan internet," kata Demas Kursiswanto.

Sumber : Antara