Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
GKR Hayu (dua dari kanan) saat mengisi talkshow UMKM Lokal, Go Digital, Kamis (7/10). /Ist
Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaku usaha kelas kecil dan menengah (UMKM) di DIY didorong terus untuk meningkatkan kemampuan diri. Baik dalam hal kualitas produk, pelayanan hingga pemasaran produk.
Penghageng Tepas Tandhayekti Keraton Ngayogyakarta GKR Hayu meminta agar seluruh pelaku UMKM mampu menguasai teknik pemasaran digital. Selama pandemi Covid-19, teknik pemasaran secara digital mampu mempertahankan eksistensi UMKM. Sebab selain UMKM di DIY dikenal kreatif, juga mampu membuat produk dengan kualitas yang bagus.
BACA JUGA : Separuh UMKM di Kota Jogja Belum Kantongi NIB
"Tidak sedikit produk UMKM yang mampu menembus pasar internasional. Saya ingin UMKM menghilangkan mental, gini aja cukup. Jangan seperti itu," kata Hayu dalam talkshow UMKM Lokal, Go Digital, Kamis (7/10/2021).
Perempuan yang memegang Divisi Khusus IT dan Dokumentasi di Keraton Jogja ini meyakini banyak peluang yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM di era digital saat ini. Meski modal terbatas, katanya, pelaku UKM juga memiliki peluang yang sama dengan pelaku usaha bermodal tinggi.
Hal yang tak kalah penting, lanjutnya pelaku UMKM harus terus mengembangma bentuk kerja sama, kolaborasi dan sinergi dengan UMKM ataupun industri menengah ke bawah. "Kuncinya pada inovasi dan kreatifitas dalam mencari peluang usaha, mengenalkan dan memasarkan produk dengan memanfaatkan teknologi digital," katanya.
Kepala Cabang Artugo Jogja Ainur Yanni selaku penyelenggara mengatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan bisnis para pelaku usaha khususnya di bidang kuliner. Forum diskusi tersebut menjadi salah satu wujud dukungan Artugo terhadap pengembangan UMKM.
Diskusi yang digelar bertujuan untuk membagi informasi mengenai penggunaan digital tools sebagai sarana memajukan usaha bagi UMKM, termasuk di DIY. "Tema diskusi kali ini relevan dengan tantangan yang dihadapi pelaku usaha di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menuntut kreatifitas dalam mempromosikan sekaligus memasarkan produk," katanya.
BACA JUGA : 1.126 UKM di Kota Jogja Terima BPUM
Ia memanfaatkan digital tools terutama dalam menghadirkan layanan purna jual. Mereka memiliki Service Trifecta, layanan purnajual berbasis digital, dengan salah satu benefit istimewanya berupa Digital Warranty. "Dengan garansi digital ini, selain mudah juga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat. Inilah pengalaman dan manfaat dari digital tools yang ingin kami bagikan kepada UMKM," kata Yanni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Gempa M5,4 mengguncang perairan Sulteng Minggu dini hari. Getaran terasa hingga Luwuk, Gorontalo, dan Bone Bolango. Tidak berpotensi tsunami.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 23 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Suhu tertinggi mencapai 32°C, warga diminta waspada kebakaran.
Jose Mourinho mengawali periode kedua di Real Madrid dengan kemenangan 2-1 atas Espanyol berkat gol penentu Carlos Espi pada menit ke-90.
Kementerian PU mengerahkan 10 personel dan dua truk tangki air untuk membantu penanganan karhutla di Bulungan, Kalimantan Utara.
Sekitar lima hingga tujuh perusahaan berminat berinvestasi di kawasan industri Piyungan, Bantul. Namun, status kawasan masih menunggu kepastian pusat.