Strawberry Lereng Merapi Berpotensi Masuk Pasar Modern

GKR Mangkubumi bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memetik strawberry dari perkebunan warga kalitengah Lor, Sabtu (9/10 - 2021). ist
10 Oktober 2021 23:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Cangkringan memiliki sejumlah potensi pertanian, salah satunya yakni komoditas strawberry. Dengan kualitas yang bagus dan rasa yang enak, strawberry dari petani Cangkringan ini berpotensi untuk dipasok kepasar modern.

Hal ini disampaikan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi yang meninjau potensi ekonomi dari perkebunan dan pertanian di lereng Merapi, tepatnya di Kalurahan Glagaharjo dan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sabtu (9/10/2021).

Peninjauan pertama dimulai dari lahan pertanian cabai dan timun milik salah satu warga di Dusun Kalitengah Kidul, kemudian dilanjutkan ke Teras Merapi, lalu perkebunan strawberry di Klangon, Dusun Kalitengah Lor dan terakhir di Dusun Petung, Kepuharjo.

Menurutnya buah strawberry dari hasil pertanian tersebut rasanya enak dan berpotensi untuk bisa menjadi pemasok di pasar modern atau supermarket. “Semangat Masyarakat disini patut diapresiasi, potensi strawberry ini sangat bagus buat para petani guna menambah nilai perekonomian masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA: Wisata untuk Anak Dibuka, Pengunjung Gembira Loka Zoo Membeludak

Salah satu anggota KWT Kalitengah Lor, Sri Rahayu, menuturkan hampir 100 persen warga yang menanam strawberry ini ikut mendukung agrowisata bukit klangon sehingga bisa meningkatkan nilai tukar petani untuk wisatawan. Warga Klangon sudah menanam sebanyak 40.000 dari target 50.000 tanaman strawberry dan diharapkan pada akhir bulan Desember bisa diresmikan Kampung Strawberry.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke perkebunan kopi di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan.GKR Mangkubumi didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa berkesempatan memetik biji kopi. Selain memetik kopi, keduanya juga melakukan penanaman pohon kopi di salah satu perkebunan warga dusun Petung.

“Kopi Merapi mempunyai rasa yang enak dan merupakan ciri khas dari Kabupaten Sleman. Kita harus lebih giat ikut serta memasarkan kopi Merapi ini agar masyarakat di luar Sleman juga mengetahui enaknya kopi Merapi,” kata Danang.

Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Kepuharjo, Sumijo, mengatakan biji kopi hasil dari petani kopi ini telah dijual dalam bentuk kopi kering dan ada juga yang dalam bentuk bubuk kopi. “Permintaan semakin hari semakin meningkat, ini dikarenakan kopi Merapi mulai diminati oleh masyarakat luas, kadang kami kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar,” ungkapnya.