Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti. /Ist-Diskominfo
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja mengklaim bakal tetap menerapkan protokol tetap (protap) seperti di masa PPKM level 3 meski wilayahnya mengalami penurunan menjadi level 2 dalam perpanjangan PPKM. Hal ini dilakukan agar pengendalian kasus tetap terjaga dan mengantisipasi terjadinya lonjakan akibat sejumlah aturan yang dilonggarkan di masa PPKM level 2.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan (prokes) meski wilayah DIY telah berstatus PPKM level 2. Selain itu, Pemkot diklaimnya bakal melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 seperti di masa PPKM level 3 baik itu vaksinasi, mobilitas maupun pelacakan pasien Covid-19.
"Harapan kami seluruh warga dan instansi pemerintah tetap menjaga DIY dan Kota Jogja untuk mematuhi tiga hal tadi, vaksinasi, mobilitas dan juga prokes. Karena dengan itu bakal tidak ada kejutan kalau kita tidak bisa mengontrol daripada kerumunan orang, sehingga nanti yang muncul adalah potensi Covid-19 yang meningkat lagi," katanya, Selasa (19/10/2021).
Haryadi mengaku, status penurunan level tentu berdampak pada sejumlah aturan dan juga kegiatan-kegiatan di masyarakat yang cenderung lebih dilonggarkan. Sehingga, pihaknya akan tetap berhati-hati dalam mengizinkan berbagai kegiatan termasuk pembukaan objek wisata. Sebab, pandemi Covid-19 masih ada dan tetap berpotensi menular jika tidak diiringi dengan prokes yang ketat.
"Walaupun level 2 penjagaannya itu tetap level 3 dan kita akan sangat hati-hati dalam membuka kegiatan yang berpotensi terjadinya kerumunan. Jadi jangan seolah-olah sudah tidak ada Covid-19, kemana-mana tidak pakai masker dan kumpul-kumpul, itu yang mesti kita jaga," ungkapnya.
BACA JUGA: Belum Ketemu, Harun Masiku Diduga Dilindungi Kekuatan Besar
Pemkot Jogja juga mengaku was-was dengan adanya penurunan level ini. Musababnya, dengan status PPKM level 3 saja, wisatawan dan sejumlah fasilitas publik kerap ramai saat akhir pekan. "Tapi terus terang saja, kami pemerintah merasa was-was, di level 2 nanti seperti apa sementara di level 3 saja ramainya minta ampun, hari ini hotel penuh semua coba cek. Harapan saya begitu, bagaimana masyarakat bisa memahami dan jangan lengah terhadap penurunan level," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pedagang pasar tradisional Gunungkidul berkurang 30%-40% akibat perdagangan online, pedagang keliling, dan minimnya generasi penerus.
Ekshumasi Sutrimo telah dilakukan. Forensik tak menemukan luka, sementara polisi memeriksa 8 saksi dan menunggu hasil laboratorium.
BKSDA Jateng menerima tiga laporan kemunculan macan sepanjang Januari-Juli 2026 di tengah musim kemarau.
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
DPRD Klaten menjadwalkan pemilihan Wabup pada 26 Agustus 2026. Dua nama kader Gerindra berebut kursi yang kosong sejak Februari.