Hore! Capaian Vaksinasi di Sleman Lampaui Target Berkat Ini...

Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
22 Oktober 2021 09:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Capaian vaksinasi di Kaupaten Sleman melebihi target yang ditentukan oleh pemerintah. Hal itu tak lepas dari adanya perubahan strategi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) yakni dengan menggelar vaksinasi di setiap kalurahan.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan kegiatan vaksinasi yang masif dilakukan Dinkes bersama TNI/Polri dan sejumlah pihak berdampak positif bagi capaian vaksinasi di Sleman. 

Begitu juga dengan perubahan strategi kegiatan vaksinasi yang tidak lagi terpusat di sentra-sentra vaksin tetapi digelar di masing-masing kalurahan dan kapanewon, menambah banyak jumlah sasaran vaksinasi.

"Hingga saat ini pemberian vaksinasi dosis pertama mencapai 83,9 persen dan dosis dua 62 persen. Adapun vaksin dosis ketiga atau booster bagi para tenaga kesehatan sudah lebih dari 100 persen," kata dia, belum lama ini.

Pencapaian vaksinasi tersebut, kata Novi, melebihi dari target yang ditentukan pemerintah di mana sebanyak 80% warga sudah divaksin (dosis pertama) pada akhir Oktober ini. Prestasi tersebut juga dinilai turut menentukan penurunan level PPKM di DIY khususnya Sleman.

Baca juga: Pemkot Jogja Ancam Pengelola Parkir yang Tak Taat Aturan Satu Pintu untuk Bus Wisata

Penurunan level PPKM di Sleman  ini diatur di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 53 tahun 2021. Novi menjelaskan setidaknya terdapat tiga indikator yang mendorong keberhasilan penurunan level PPKM. Selain kapasitas transmisi dan respons, penurunan level PPKM juga ditentukan oleh capaian vaksinasi. 

Novi menyebut, baik transmisi maupun respon terhadap Covid-19 di Sleman menunjukkan tren positif.  Kasus Covid-19 di Sleman terus menurun sehingga berdampak pada bed occupancy rate (BOR) atau keterisian pasien di rumah sakit saat ini rendah. 

Untuk BOR, kata Novi, hanya terdapat 114 pasien dirawat di rumah sakit dan satu orang dirawat di isoter sedangkan pasien isoman tercatat sebanyak 125 orang. Adapun angka kesembuhan di Sleman sudah sama dengan nasional yakni 95% namun angka kematian masih relatif tinggi yaitu 4,4%.

Salah satu upaya yang dilakukan Dinkes untuk menekan kasus penularan dengan tetap memaksimalkan ketentuan 3T (testing, tracing dan treatment). "Kami terus berupaya menurunkan jumlah pasien yang dirawat dan angka kematian bisa turun bahkan diharapkan mencapai nol kasus," katanya.

Meskipun level PPKM di Sleman turun ini, Novi berharap, hal itu tidak membuat masyarakat lengah dan abai. Dia meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuri tangan dan menjaga jarak) dan mengikuti kegiatan vaksinasi. "November kami targetkan dosis pertama bisa mencapai 100 persen. Kami juga bertekad menutunkan level 1 PPKM dengan menggencarkan kegiatan vaksinasi dari semula fokus ke pola massal saat ini dengan cara menyisir warga yang belum divaksin," ujarnya. 

Sementara Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan strategi vaksinasi yang dilakukan oleh Pemkab akan memaksimalkan kegiatan vaksinasi di wilayah pinggiran kota. Selama ini, katanya, banyak warga yang belum divaksin di daerah pinggiran karena kegiatan vaksinasi banyak dilakukan di sentra vaksinasi di tengah kota.

"Ini salah satu cara yang kami lakukan agar semua warga bisa divakasinasi. Nanti masing-masing Puskesmas akan menyasar warga yang belum mendapatkan vaksin," katanya.