PSS Sleman Siapkan 3 Uji Coba, 2 Lawan Tim Super League
PSS Sleman menyiapkan tiga laga uji coba jelang musim baru. Dua pertandingan kemungkinan menghadapi sesama tim Super League.
Foto Ilustrasi Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta (dua dari kanan) saat mengimbau karyawan salah satu warung makan di selatan Pasar Bantul untuk menerapkan protokol kesehatan. /Istimewa-Dokumen Satpol PP Bantul
Harianjogja.com, BANTUL--Sepekan pelaksanaan PPKM Level 2 Satpol PP menyoroti penerapan jam buka usaha kafe yang masih melanggar. Beberapa kafe baru tutup dini hari karena mengaku buka malam hari.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menjelaskan bila dalam Inbup maupun Ingub usaha yang buka pagi atau siang hari maksimal beroperasi sampai pukul 21.00 WIB. Sedangkan usaha yang buka sekitar pukul 18.00 WIB maka diperbolehkan beroperasi hingga pukul 24.00 WIB.
BACA JUGA : Menko Airlangga Sebut 3 Kabupaten di DIY Sudah PPKM
Diterangkan Yulius pada Selasa (26/10) pemberlakuan aturan tersebut jadi celah para pelaku usaha. Pelaku usaha yang buka siang masih terus beroperasi hingga dini hari. Padahal seharusnya mereka sudah mulai tutup pukul 21.00 WIB. "Kemarin kita menginformasikan kepada Satgas kewilayahan, sekiranya ada yang buka dari pagi ya sebaiknya sampai pukul 21.00 WIB," tuturnya.
"Tapi itu kan normatif ya untuk kita pantau. Mereka bilang bahwa kami buka pukul 18.00 WIB sehingga harus buka sampai pukul 24.00 WIB. Mungkin aturan jam itu jadi sangat sulit kita awasi, sehingga ketika pengecekan kita lihat dari sisi kapasitas," tambahnya
Yulius mengakui pelanggaran kapasitas juga masih sering ditemui di lapangan. "Kapasitas yang harusnya 50 persen, tetapi ada beberapa usaha terkait kapasitas ini seperti diabaikan. Padahal jaga jarak masih menjadinhal penting," tuturnya.
BACA JUGA : PPKM Level 2, Ini Pelonggaran Kegiatan Masyarakat di Kota
Para pemilik kafe pekan lalu telah diundang Satpol PP untuk diberi arahan terkait pelaksanaan PPKM Level 2. Pada kesempatan tersebut, para pemilik kafe juga telah menyepakati komitmen untuk menerapkan prokes dengan baik.
"Kita lihat atas komitmen yang sudah dibuat, sampai ada pelanggaran kita tinggal menunjukkan. Ini lho, kemarin sudah membuat komitmen itu jangan hanya dokumen hitam di atas putih. Tetapi ya harus menjadi konsekuensi komitmen untuk dilaksanakan di lapangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menyiapkan tiga laga uji coba jelang musim baru. Dua pertandingan kemungkinan menghadapi sesama tim Super League.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Rusia memanggil Dubes Jepang Akira Muto setelah Putin mengunjungi Etorofu. Sengketa Kepulauan Kuril kembali memanas.
Vaksin HPV kini menyasar siswa laki-laki kelas 5 SD di Sleman dalam BIAS 2026. Total 16.291 siswa menjadi sasaran imunisasi.
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.