Pekan Kedua November, 1.700 Siswa di Bantul Diswab PCR Acak

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
30 Oktober 2021 02:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 1.700 siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Bantul dijadwalkan menjalani swab PCR acak pada pekan kedua November 2021.

Tes swab PCR acak dilakukan untuk memastikan tidak ada penularan ataupun klaster Covid-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM) di Bantul.

"Sudah kami ajukan, tinggal menunggu persetujuan dari pak Sekda. Nanti tes acak akan digelar selama sepekan. Untuk sekolahnya mana saja, saya belum bisa sampaikan," kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, Jumat (29/10/2021).

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko mengatakan, koordinasi telah dilakukan antara Disdikpora dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul terkait pelaksanaan tes swab PCR acak di sekolah.

"Data pun sudah kami kirim ke Dinkes. Mana saja sudah kami kirimkan. Soal pelaksanaan kami mengikuti jadwal dari Dinkes saja," terang Isdarmoko.

Baca juga: Firli & Pejabat KPK Rapat di Hotel Mewah Plus Pelesir di Jogja, Aktivis: Hilang Keteladanan KPK

Menurut Isdarmoko pihaknya sejatinya telah berhati-hati dalam memberi izin ke SD dan SMP yang hendak menggelar PTM. Di mana, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum mendapatkan izin untuk menggelar PTM.

Di mana sekolah harus mempunyai satgas Covid-19. Satgas bertugas untuk mempersiapkan PTM dengan mengisi Daftar Periksa Kesiapan (DPK). Apabila DPK sudah siap selanjutnya dikoordinasikan dengan satgas Covid-19 di kalurahan dan kapanewon. Satgas Covid-19 dari kalurahan dan kapanewon akan memantau zona penyebaran Covid-19.

"Setelah itu mereka akan koordinasi dengan pengawas yang akan melakukan monitoring. Hasil monitoring disampaikan ke kami. Terus bidang yang menaungi akan memberi rekomendasi PTM. Kami pun harus koordinasi dengan satgas kabupaten," ucapnya.

Jika ditemukan siswa atau guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, kata Isdarmoko, maka PTM akan dihentikan.

"Sudah pasti akan dihentikan kalau ditemukan kasus positif," katanya.