Sinyal Jelek, Penerapan Peduli Lindungi di Gunungkidul Tak Lancar

Sejumlah pengunjung bermain di kawasan Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Selasa (11/6/2019). Adanya kenaikan air laut karena gelombang tinggi tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati keindahan panorama pantai. /Istimewa - Dokumen SAR Satlinmas Wilayah I DIY
30 Oktober 2021 03:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penerapan aplikasi Peduli Lindungi di kawasan wisata di Gunungkidul belum sepenuhnya lancar. Sebab, ada lokasi tempat pariwisata yang sinyal telekomunkasinya lemah sehingga aplikasi belum berfungsi maksimal.

Untuk kawasan seperti di Pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron relative tidak ada masalah. Akses telekomunikasi lancar sehingga pengunjung yang masuk tinggal menunjukkan aplikasi kemudian memindai gawai yang dimiliki ke QR code yang telah disediakan petugas jaga.

Sejumlah pengunjung pun tidak ada kendala berkaitan dengan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, upaya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sebagai salah satu syarat masuk kawasan wisata terus diusahakan.

Meski demikian, ia mengakui belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan ada lokasi TPR yang sinyal telekomunikasi tidak ada sehingga proses pemindaian tidak berfungsi. “Ya kalau TPR Baron atau JJLS tidak ada masalah, tapi untuk TPR lain seperti Wediombo atau TPR Pule ada kendala masalah sinyal,” katanya.

Hary mengungkapkan untuk mengatasi permasalahan ini terus melakukan koordinasi teknis dengan Dinas Komunikasi dan Informatika selaku Organisasi Perangkat Daerah teknis yang menangani masalah komunikasi. “Sudah kami laporkan berkaitan dengan masalah ini. mudah-mudahan segera ada solusi agar penggunaan aplikasi dapat berjalan dengan baik,” katanya.