JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Sejumlah pengunjung bermain di kawasan Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Selasa (11/6/2019). Adanya kenaikan air laut karena gelombang tinggi tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati keindahan panorama pantai. /Istimewa/Dokumen SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penerapan aplikasi Peduli Lindungi di kawasan wisata di Gunungkidul belum sepenuhnya lancar. Sebab, ada lokasi tempat pariwisata yang sinyal telekomunkasinya lemah sehingga aplikasi belum berfungsi maksimal.
Untuk kawasan seperti di Pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron relative tidak ada masalah. Akses telekomunikasi lancar sehingga pengunjung yang masuk tinggal menunjukkan aplikasi kemudian memindai gawai yang dimiliki ke QR code yang telah disediakan petugas jaga.
Sejumlah pengunjung pun tidak ada kendala berkaitan dengan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, upaya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sebagai salah satu syarat masuk kawasan wisata terus diusahakan.
Meski demikian, ia mengakui belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan ada lokasi TPR yang sinyal telekomunikasi tidak ada sehingga proses pemindaian tidak berfungsi. “Ya kalau TPR Baron atau JJLS tidak ada masalah, tapi untuk TPR lain seperti Wediombo atau TPR Pule ada kendala masalah sinyal,” katanya.
Hary mengungkapkan untuk mengatasi permasalahan ini terus melakukan koordinasi teknis dengan Dinas Komunikasi dan Informatika selaku Organisasi Perangkat Daerah teknis yang menangani masalah komunikasi. “Sudah kami laporkan berkaitan dengan masalah ini. mudah-mudahan segera ada solusi agar penggunaan aplikasi dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.