Hujan Deras, Rumah Warga Karangmojo Gunungkidul Ambruk

Petugas BPBD Gunungkidul saat meninjau lokasi rumah ambruk di Dusun Karanganom I, Ngawis, Karangmojo. Selasa (2/11/2021) - Foto istimewa
02 November 2021 14:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur pada Senin (1/11/2021) sore mengakibatkan rumah ambruk di Dusun Karanganom I, Ngawis, Karangmojo, Gunungkidul. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, rumah ambruk di Dusun Karanganom terjadi pada kemarin petang. Diduga peristiwa ini terjadi karena bagian rumah kayu rumah lapuk. Akibatnya saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang membuat bangunan tersebut ambruk.

“Meski rumahnya rusak, Surip selaku pemilik selamat dan tidak mengalami luka sama sekali,” kata Edy kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

Hasil pendataan dari BPBD kerugian akibat peristiwa ini mencapai Rp15 juta. Upaya kerja bakti untuk perbaikan telah dilakukan dan BPBD juga sudah memberikan bantuan logistik kepada korban. “Bantuan Sudah kami kirimkan,” katanya.

Baca juga: Kendaraan Dinas Pemkab Bantul Tiba-tiba Dikumpulkan di Lapangan Trirenggo, Ada Apa?

Menurut dia, Gunungkidul sudah mulai memasuki musim hujan. Meski baru awal, masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana, salah satunya angin kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang atau pun rumah ambruk.

Adapun potensi lisus tersebar merata di seluruh wilayah Gunungkidul. Guna mengurangi risiko ini, masyarakat bisa melakukan antisipasi dengan membersihkan lingkungan sekitar rumah. Salah satunya dengan memotong atau memangkas dahan pohon yang telah lapuk atau rimbun.

“Kunci antisipasi adalah dengan mengenali bahayanya dan kurangi risikonya dengan melakukan tindakan nyata,” katanya.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan yang turun diprediksi di atas normal. Oleh karenanya, masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana sejak awal musim hujan ini.

“Potensi curah hujan lebih tinggi dibandingkan yang turun di tahun lalu,” katanya.