Pekan Depan 472 SD di Sleman Belajar Tatap Muka

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
06 November 2021 10:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman terus menambah jumlah sekolah jenjang SD untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19. Penambahan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PTM di Kabupaten Sleman.

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan berdasarkan evaluasi yang dilakukan Disdik hingga kini pelaksanaan PTM di Sleman berjalan dengan baik. Seluruh sekolah yang menggelar PTM, katanya mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Karena itulah, Disdik kembali menambah jumlah sekolah SD yang melaksanakan PTM mulai pekan depan.

"Sebelum diizinkan melaksanakan PTM tentu kami lakukan verifikasi oleh pengawas di lapangan terkait kesiapan sarana dan prasarana," katanya saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat (5/11/2021).

Dijelaskan Ery, hingga pekan pertama November tercatat sudah 255 SD yang diizinkan melaksanakan PTM. Pekan depan, Disdik menambah sebanyak 217 SD lainnya untuk melaksanakan PTM secara terbatas. Sama halnya dengan sebelumnya, penambahan jumlah SD yang diizinkan berperasi tersebar merata di 17 kapanewon.

BACA JUGA: Tol Jogja-YIA Kembali ke Desain Awal, Ini Permintaan Sultan

"Sampai saat ini kan sudah ada 255 SD yang melaksanakan PTM terus pekan depan kami tambah 217 SD lagi sehingga total yang melaksanakan PTM mulai pekan depan sebanyak 472 SD dari 511 sekolah," katanya.

Ery mengingatkan kembali agar orangtua ikut menjaga dan mengawasi anak-anak agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya untuk mencegah anak tertular Covid-19 baik di rumah maupun di lingkungannya. "Kalau di sekolah kami jamin prokes diterapkan dengan baik. Ini sudah menjadi komitmen kami dan sekolah. Tinggal bagaimana prokes di rumah juga dijalankan dengan baik," katanya.

Untuk tetap memastikan PTM terbatas tidak menimbulkan penularan Covid-19, Disdik dan Dinas Kesehatan (Dinkes) akan terus melakukan tes usap sampling ke sekolah-sekolah. "Tes swab acak terus kami gelar secara periodik. Ada rencana Kamis depan sebab Kamis kemarin kami juga gelar swab acak di 5 kapanewon. Hasilnya semua negatif," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan swab acak dilakukan bagi guru dan siswa dilakukan secara rundom. "Idealnya yang diuji swab minimal 5% dari jumlah siswa yang mengikuti kegiatan PTM," katanya.