Pekan Depan, Guru dan Murid di Kulonprogo Dites PCR secara Acak

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
06 November 2021 12:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pengambilan sampel melalui uji swab PCR kepada siswa maupun tenaga kependidikan di Kulonprogo yang telah mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah secara acak rencananya dilaksanakan pada pekan depan.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo menegaskan upaya tersebut sebagai langkah antisipasi terjadinya klaster penularan Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan upaya swab PCR secara acak menyasar siswa maupun tenaga kependidikan mulai dari level sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA). Gugus tugas setempat menamakan upaya swab PCR secara acak dengan nama survei risiko penularan Covid-19 pada PTM.

"Tujuan dari kegiatan swab PCR secara acak adalah melihat apakah selama penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah terjadi penularan Covid-19. Upaya swab PCR secara acak merupakan arahan dari Kementerian Kesehatan," kata Baning saat jumpa pers yang dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Kulonprogo, kapanewon Wates, Kulonprogo pada Jumat (5/11/2021).

BACA JUGA: Covid-19 di DIY 5 November 2021: Bertambah 39 Kasus Baru, Nihil Kematian

Dikatakan Baning, upaya swab PCR menyasar 10 persen dari total sekolah yang sudah melakukan kegiatan PTM. Pemilihan sekolah dilakukan secara random. Uji swab PCR dilakukan kepada 10 persen siswa dan 10 persen tenaga kependidikan di sebuah sekolah.

Berdasarkan catatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, dari total sekolah dasar yang ada di Kulonprogo, 35 diantaranya bakal dilakukan uji swab PCR kepada siswa maupun tenaga kependidikannya. Untuk SMA, dari total sebanyak 52 sekolah, 5 di antaranya bakal dilakukan swab PCR.

"Untuk SMP yang jumlahnya sebanyak 64, nantinya uji swab PCR akan dilaksanakan kepada enam sampai dengan tujuh sekolah. Pemilihan sekolah dilaksanakan secara random ya. Tahapan uji swab PCR dimulai dari tingkat SMP sampai dengan SMA. Minggu depan (uji swab PCR) sudah bisa dilaksanakan," terang Baning.

Lebih lanjut, uji swab PCR nantinya akan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang berada di seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Kulonprogo. Terkait dengan sarana dan prasarana, jawatannya juga masih memiliki sejumlah VTM atau viral transport medium yang digunakan saat uji swab PCR berlangsung.

"Semoga pelaksanaan uji swab PCR tidak ditemukan kasus positif Covid-19 ya. Jika memang ditemukan kasus positif Covid-19, standar prosedur yang akan diambil adalah dengan penelusuran kontak erat," ungkap Baning.

Anggota komisi IV DPRD Kulonprogo dari fraksi PDI Perjuangan, Istana, turut menyoroti soal upaya swab PCR acak kepada siswa di sejumlah sekolah yang telah melaksanakan PTM. Istana mengimbau agar pelaksanaan uji swab PCR kepada siswa di sejumlah sekolah yang telah melaksanakan kegiatan PTM tidak mengurangi esensi dari PTM.

"Silahkan (PCR acak) dilaksanakan sesuai aturan yang ada. Tapi jangan lupa esensi dan tujuan dari diselenggarakannya PTM. Sekolah juga saya nilai telah mengerti konsep penerapan protokol kesehatan dengan baik. Infrastruktur pendukung protokol Covid-19 juga sudah diselenggarakan dengan baik," terang Istana.