Cerita Keluarga asal Sleman Kumpulkan 500 Boneka Capit, Tiada Hari Tanpa Capit Boneka

Nurwanto, Ghesta, Syafea, dan Dhevano. warga Jl. Kabupaten, Biru, Trihanggo, Gamping, Sleman bersama boneka hasil capitan mereka. - Ist
07 November 2021 18:07 WIB Nina Atmasari Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebuah keluarga asal Sleman ini punya hobi unik, yaitu bermain boneka capit. Ayah dan ketiga anaknya ini berhasil mengumpulkan hingga 500-an boneka selama sekitar empat bulan.

Mereka adalah Nurwanto dan Tyas Woro, warga Jl. Kabupaten, Biru, Trihanggo, Gamping, Sleman yang memiliki tiga anak yakni Ghesta,14 tahun, Syafea, 7 tahun dan Dhevano, 4 tahun. Hampir setiap hari, Nurwanto selalu mengajak anaknya bermain boneka capit.

"Syafea ini yang tiap hari ngajak capit. Cewek sendiri, tiada hari tanpa capit. Kalau habis mengerjakan tugas sekolah pasti minta main capit boneka," kata Nurwanto, Minggu (7/11/2021).

Baca juga: Wow, Warganet Asal Sleman Jual Ratusan Boneka Hasil Capitannya: Pengusaha Capit Resah Melihat Ini

Capit boneka adalah salah satu wahana bermain anak yang menyenangkan, juga bermanfaat untuk melatih ketangkasan, fokus dan kreativitas. Wahana ini biasanya tersedia di tempat wisata, pusat bermain anak di mall serta di depan toko-toko. Bentuknya berupa sebuah boks kaca berisi tumpukan boneka, di atasnya ada capit yang bisa dioperasikan melalui tuas dan tombol di luar boks.

Pemain harus membeli koin untuk dimasukkan ke lubang yang ada di boks capit boneka. Harga koin bervariasi tergantung lokasinya. Setelah koin masuk, maka tombol dan tuas bisa dioperasikan untuk menggerakkan capit.

Pemain harus mengarahkan/menggeser capit tersebut di atas boneka yang diincarnya. Jika dianggap sudah pas, maka capit diturunkan dan akan mencapit boneka tersebut. Jika beruntung, boneka akan tercapit dan menjadi milik pemain tersebut.

Baca juga: Curhat di Grup ICJ Soal Suaminya yang Penganggur, Wanita Asal Bantul Dapat 16.000 Komentar

Capit boneka ditata sedemikian rupa agar pemain sulit mendapatkan boneka. Tak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun sulit mendapatkannya. Namun, akan jadi sebuah kepuasan dan kebahagiaan jika pemain berhasil mendapatkan boneka. Sebaliknya, jika tidak berhasil, maka koinnya hangus.

Nurwanto sendiri memang menyukai permainan ini, yang diturunkan ke anak-anaknya. Ia yang bekerja di jasa angkut, setiap kali melihat wahana capit boneka, pasti akan mampir dan memainkannya. Ia bermain boneka capit bahkan sampai ke Magelang. Hasil bonekanya dibawa pulang untuk anak-anaknya.

Jika memungkinkan, ia akan mengajak anaknya mendatangi wahana tersebut di lain waktu. Mereka sempat kesulitan menyalurkan hobi ini pada masa PPKM karena banyak tempat wisata dan mall tutup. "Pas PPKM mall dan tempat wisata tutup. Setiap hari Minggu kami keliling mencari capit boneka, sampai Maguwoharjo dan Bantul," katanya.

Harga satu koin untuk bermain capit boneka ini Rp1.000. Dalam sekali bermain, mereka paling banyak menghabiskan 10 koin atau Rp10.000. Namun, jika beli awal Rp3.000 sudah berhasil mendapat boneka, mereka akan berhenti dan dilanjut esok kembali. Biasanya mereka membeli koin di kelipatan Rp2.000 atau Rp3.000.

Kemahirannya mendapatkan boneka capit ini menurutnya tidak menggunakan trik khusus. Nurwanto hanya mengamati posisi boneka-boneka di tumpukan, mana yang terletak paling atas dan memungkinkan, maka itulah yang diincarnya. Saat berhasil mecapit boneka, anaknya pasti kegirangan. "Pernah satu koin dapat dua boneka. Yang ambil boneka kalau dapat trus nari-nari sambil tertawa," katanya.

Bentuk boneka yang didapatkannya bermacam-macam, kebanyakan adalah tokoh kartun seperti Minion, Teletubbies, Pikachu, Spongebob, Patrick, Hello Kitty, Doraemon, Mickey Mouse serta aneka miniatur hewan seperti lumba-lumba, kuda, tikus dan beruang.

Jumlah bonekanya saat ini sudah mencapai sekitar 500 buah, hasil berburu selama sekitar empat bulan. Saat ini Nurwanto akan menjual boneka-boneka tersebut. Anak-anaknya sudah memilih sebagian boneka yang disukainya, sedangkan yang dijual adalah boneka yang tidak mereka sukai.

Boneka itu ditawarkannya seharga Rp10.000 untuk 3 boneka seukuran telapak tangan, sedangkan boneka yang lebih besar Rp15.000 per buah. Nurwanto menawarkan boneka-bonekanya melalui grup Facebook Bursa Aneka Sleman. Rupanya, peminatnya tak hanya warga Sleman tetapi sampai Kalimantan. "Ambil banyak bisa nego di lokasi," katanya.