Jumlah Wisatawan Tinggi, Pemkot Jogja: Kasus Covid-19 Tetap Rendah

Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
12 November 2021 16:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Meski wisatawan yang memasuki Kota Jogja cukup banyak  dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menilai pertumbuhan kasus Covid-19 tergolong rendah.

Dalam sepekan terakhir, penambahan kasus dari 5-11 November 2021 secara berturut-turut yaitu 0, 2, 1, 1, 0, 5 dan 2.

BACA JUGA: 21 Siswa di Kulonprogo Positif Covid-19, Sultan Tak Khawatir

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, jumlah pasien di rumah sakit maupun selter sekitar 40 orang per 11 November 2021. “Jumlah ini sama dengan bulan Juni tahun lalu, sebelum ada kenaikan di bulan Agustus,” kata Heroe, Jumat (12/11/2021).

“Beberapa pekan terakhir banyak yang hadir di Jogja, karena upaya kita semuanya, kasus Covid-19 di Jogja tidak naik, malah cenderung turun.”

Salah satu kebijakan yang dianggap berpengaruh yaitu one gate system. Saat semua bus pariwisata harus melewati Terminal Giwangan untuk pemeriksaan bukti vaksin, wisatawan yang masuk Jogja sudah tersaring.

Heroe mengatakan jumlah pelanggar bus wisata yang masuk Jogja tanpa pemeriksaan maupun bus yang penumpangnya tidak membawa surat kelengkapan juga kian sedikit. “Terima kasih atas dukungannya,” kata Heroe. “Kalau semua menjalankan dengan sungguh-sungguh, masyarakat menjalankan protokol kesehatan, saya rasa geliat ekonomi dan segala macam kegiatan sosial bisa dilakukan lebih baik lagi.”

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif, dalam dua pekan terakhir ada 983 bus wisata yang masuk Jogja. Sebanyak 28 bus tidak lolos pemeriksaan di Terminal Giwangan. Meski sudah banyak yang mematuhi peraturan ini, Agus mengatakan masih perlu penyesuaian dari para pelaku angkutan wisata.

Namun secara umum, one gate system sudah berjalan cukup baik. Bus sudah masuk terminal tanpa perlu diarahkan petugas. Komitmen ini perlu dijaga agar berdampak baik pada seluruh pihak, terutama dalam menjaga kesehatan.

"Saya kira pelaku angkutan wisata pun tidak keberatan dengan sistem ini karena saat mereka melakukan skrining di Giwangan, maka mereka akan mendapat kepastian tempat parkir," kata Agus.