Advertisement
Bukit Intrusi Godean Dikepras, Pemda DIY Segera Panggil Pihak yang Terlibat
Tampak adanya pengeprasan di bukit intrusi Godean, Sabtu (13/11/2021) - Harian Jogja - Lugas Subarkah.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY memastikan akan segera memanggil semua pihak terlibat dengan pengeprasan bukit intrusi di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean, Sleman meski telah ditetapkan sebagai geoheritage, April lalu.
Pertemuan itu dilakukan untuk mencari titik temu, sekaligus melindungi keberadaan bukit intrusi tersebut.
Advertisement
"Tentu nantI kami mediasi. Semua punya kepentingan. Baik masyarakat setempat dan investasi, perlu kita sinkronisasikan. Perlu komunikasi yang lebih bagus. Ya harus dipertemukan," kata Asek Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana, Senin (15/11/2021).
BACA JUGA : Pengeprasan dan Perumahan Ancam Geoheritage Bukit Intrusi di Godean
Hanya saja, Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul ini tidak merinci rencana mediasi yang akan digelar pihaknya.
Di sisi lain, Tri mengungkapkan jika saat ini butuh ada kesepahaman mengenai keberadaan Geoheritage di DIY, baik dari Pemkab maupun organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat dan investor. Untuk itu pembentukan forum pelestari Geoheritage menjadi salah satu upaya untuk melestarikan keberadaan Geoheritage di DIY.
"Untuk forum bisa dibikin secepatnya. Namun kan yang lebih penting adalah output dari forum tersebut," lanjutnya.
BACA JUGA : Geoheritage Bukit Intrusi Godean Dikepras Demi Perumahan
Menurut Tri, keberadaan Geoheritage harus dipahami oleh semua pihak. Karena Geoheritage tidak hanya menyangkut unsur geologi, tapi juga mineral dan budaya warga sekitar Geoheritage. "Untuk itu kami juga terus melakukan komunikasi dengan pusat soal ini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Kuota Haji Menguat, KPK Siapkan Pengumuman Penting Senin
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





