Dokter Tirta Pesan 2 Unit Motor Listrik Buatan Siswa SMK KAP Bantul

Para siswa dan guru mekatronika SMK Ki Ageng Pemanahan (SMK KAP) Bantul sedang merancang motor listrik yang terbuat dari bahan bekas di bengkel SMK KAP, Senin (15/11). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
16 November 2021 06:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Karya motor listrik dari guru dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ki Ageng Pemanahan (SMK KAP), Bantul, mulai banyak pemesanan. Motor listrik yang dibandrol Rp15-20 juta tersebut mulai dipesan oleh perorangan maupun instansi pemerintah.

“Pada waktu mulai jalan test drive beberapa kali langsung ada influencer dari dokter Tirta ingin nyoba akhirnya pak Tirta test drive waktu itu tertarik karena ada keunggulan sendiri, kecepatan beda dengan motor listrik lainnya, kita bisa upgrade di 120 CC, ada 60 kilometer per jam,” kata Kepala Bengkel SMK KAP sekaligus guru mata pelajaran Mekatronika, Wandee Purnomo, saat ditemui di bengkel praktek kerja siswa SMK KAP, Senin (15/11/2021).

BACA JUGA : Motor Listrik dari Limbah Taklukan Cino Mati 

Menurut Wandee, dokter Tirta sudah memesan dua unit motor listrik SMK KAP untuk dipajang di tokonya. Rencananya influencer kesehatan dan pebisnis muda tersebut akan kembali memesan 100 unit. Ada juga pemesanan satu unit dari salah satu dinas di Pemkab Kulonprogo. Kemudian pihaknya juga sudah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi.

Pihaknya tidak menawarkan produk melainkan menawarkan program pengembangan motor listrik untuk di lokasi wisata. “Mungkin dari Pemkot atau dinas bisa menyewakan di area pariwisata atau tempat kunjungan orang luar contoh Malioboro untuk wara-wiri,” kata Wandee. Sebab motor listik SMK KAP tersebut diklaimnya lebih efesien karena tidak menimblkan suara maupun polusi.

Untuk harga per unit sendiri tergantung keinginan pemesanan karena pemesan terkadang ingin tipe dan warna yang berbeda. Namun rata-rata kisaran Rp15-20 jutaan. Lebih lanjut Wandee mengatakan sebenarnya awalnya karya motor listik SMK KAP tidak untuk diperjual belikan melainkan untuk ikon SMK KAP.

Awalnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meminta semua SMK memiliki Ikon sebagai daya tarik bagi siswa. Kemudian pihaknya terpikir untuk menciptakan motor listrik karena di SMK KAP juga memiliki jurusan, yakni elektronika dan permesinan di prodi Mekatronika.

BACA JUGA : Tingkatkan Produktivitas UMK, PLN Kembangkan Gerobak .

Dengan menggandeng PT. Chikal Bakal Mandiri pembuatan motor listrik dimulai pada Mei lalu. Adapun desainnya didominasi penggunaan bahan-bahan bekas untuk rangka dasarnya, seperti penutup CPU komputer, besi bekas, hingga shock bekas sepeda motor.

Sedangkan untuk roda belakang dengan mesin penggerak didatangkan dari luar. Sementara perakitan dua baterai yang berkekuatan 48 volt dilakukan para siswa. “Perakitan motor sepenuhnya melibatkan siswa kelas X dan XI yang praktek kerja tiga kali seminggu. Satu unit motor membutuhkan waktu perakitan satu sampai dua bulan,” jelasnya.

Wandee mengatakan motor listrik yang diberi nama ‘SMK KAP’ dapat dipastikan bahwa produk yang dihasilkan merupakan buatan tangan, termasuk saat proses pengecatan. Dengan spesifikasi panjang motor 120 sentimeter, lebar 50 sentimeter motor listrik ini memiliki bobot 80 Kilogram dan mampu menanggung beban maksimal 120 Kilogram. Daya jelajah baterai maksimal 30 Kilometer dan membutuhkan waktu 1,5 jam untuk pengisian ulang.

Kepala SMK KAP Wresti Eka Tri Yuliatri, mengapresiasi apa yang sudah dilakukan guru kedua jurusan SMK KAP tersebut. Menurutnya karya motor listrik tersebut dapat menambah keahlian bagi siswa khususnya di dua jurusan SMK KAP. “Jadi harapannya siswa ketika keluar bisa fleksibel melanjutkan kuliah, berwiraswasta atau masuk ke dunia industri,” katanya.