Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Para siswa dan guru mekatronika SMK Ki Ageng Pemanahan (SMK KAP) Bantul sedang merancang motor listrik yang terbuat dari bahan bekas di bengkel SMK KAP, Senin (15/11). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL--Karya motor listrik dari guru dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ki Ageng Pemanahan (SMK KAP), Bantul, mulai banyak pemesanan. Motor listrik yang dibandrol Rp15-20 juta tersebut mulai dipesan oleh perorangan maupun instansi pemerintah.
“Pada waktu mulai jalan test drive beberapa kali langsung ada influencer dari dokter Tirta ingin nyoba akhirnya pak Tirta test drive waktu itu tertarik karena ada keunggulan sendiri, kecepatan beda dengan motor listrik lainnya, kita bisa upgrade di 120 CC, ada 60 kilometer per jam,” kata Kepala Bengkel SMK KAP sekaligus guru mata pelajaran Mekatronika, Wandee Purnomo, saat ditemui di bengkel praktek kerja siswa SMK KAP, Senin (15/11/2021).
BACA JUGA : Motor Listrik dari Limbah Taklukan Cino Mati
Menurut Wandee, dokter Tirta sudah memesan dua unit motor listrik SMK KAP untuk dipajang di tokonya. Rencananya influencer kesehatan dan pebisnis muda tersebut akan kembali memesan 100 unit. Ada juga pemesanan satu unit dari salah satu dinas di Pemkab Kulonprogo. Kemudian pihaknya juga sudah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi.
Pihaknya tidak menawarkan produk melainkan menawarkan program pengembangan motor listrik untuk di lokasi wisata. “Mungkin dari Pemkot atau dinas bisa menyewakan di area pariwisata atau tempat kunjungan orang luar contoh Malioboro untuk wara-wiri,” kata Wandee. Sebab motor listik SMK KAP tersebut diklaimnya lebih efesien karena tidak menimblkan suara maupun polusi.
Untuk harga per unit sendiri tergantung keinginan pemesanan karena pemesan terkadang ingin tipe dan warna yang berbeda. Namun rata-rata kisaran Rp15-20 jutaan. Lebih lanjut Wandee mengatakan sebenarnya awalnya karya motor listik SMK KAP tidak untuk diperjual belikan melainkan untuk ikon SMK KAP.
Awalnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meminta semua SMK memiliki Ikon sebagai daya tarik bagi siswa. Kemudian pihaknya terpikir untuk menciptakan motor listrik karena di SMK KAP juga memiliki jurusan, yakni elektronika dan permesinan di prodi Mekatronika.
BACA JUGA : Tingkatkan Produktivitas UMK, PLN Kembangkan Gerobak .
Dengan menggandeng PT. Chikal Bakal Mandiri pembuatan motor listrik dimulai pada Mei lalu. Adapun desainnya didominasi penggunaan bahan-bahan bekas untuk rangka dasarnya, seperti penutup CPU komputer, besi bekas, hingga shock bekas sepeda motor.
Sedangkan untuk roda belakang dengan mesin penggerak didatangkan dari luar. Sementara perakitan dua baterai yang berkekuatan 48 volt dilakukan para siswa. “Perakitan motor sepenuhnya melibatkan siswa kelas X dan XI yang praktek kerja tiga kali seminggu. Satu unit motor membutuhkan waktu perakitan satu sampai dua bulan,” jelasnya.
Wandee mengatakan motor listrik yang diberi nama ‘SMK KAP’ dapat dipastikan bahwa produk yang dihasilkan merupakan buatan tangan, termasuk saat proses pengecatan. Dengan spesifikasi panjang motor 120 sentimeter, lebar 50 sentimeter motor listrik ini memiliki bobot 80 Kilogram dan mampu menanggung beban maksimal 120 Kilogram. Daya jelajah baterai maksimal 30 Kilometer dan membutuhkan waktu 1,5 jam untuk pengisian ulang.
Kepala SMK KAP Wresti Eka Tri Yuliatri, mengapresiasi apa yang sudah dilakukan guru kedua jurusan SMK KAP tersebut. Menurutnya karya motor listrik tersebut dapat menambah keahlian bagi siswa khususnya di dua jurusan SMK KAP. “Jadi harapannya siswa ketika keluar bisa fleksibel melanjutkan kuliah, berwiraswasta atau masuk ke dunia industri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Penjualan mobil LCGC turun 11% pada Januari–September 2026, meski pasar otomotif nasional tumbuh. Daya beli dan bunga kredit menjadi sorotan.
Kemenkeu memastikan anggaran penanganan bencana melalui BNPB tidak dipangkas, dengan pagu Rp2,23 triliun dan Dana Siap Pakai Rp750 miliar.
PSIM Jogja kalah 0-1 dari Bhayangkara FC dan menelan lima kekalahan beruntun. Laskar Mataram kini berada di peringkat ke-17 dengan satu poin.
BMKG menggunakan teknik penyemaian dry ice dalam operasi modifikasi cuaca untuk mengurai kabut asap karhutla di Sumatera dan Kalimantan.
Bareskrim menetapkan lima tersangka kasus blackout Batam dan Bintan pada Oktober 2026, terdiri dari empat petugas PLN Batam dan satu kontraktor.