Bantul Masih Kekurangan 14 Truk untuk Operasional PSEL Piyungan
Pemkab Bantul menyiapkan 50 truk untuk memasok 250 ton sampah per hari ke PSEL Piyungan. Saat ini Bantul masih kekurangan 14 armada dan menyiapkan lima depo.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja bakal segera menerapkan layanan tes usap ramah anak dan lanjut usia (lansia) guna mengoptimalkan 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).
Tes usap yang selama ini digunakan yakni dengan pengambilan sampel dari hidung dan tenggorokan disebut kurang nyaman bagi anak dan lansia sehingga dikhawatirkan menghambat upaya pemeriksaan atau testing.
"Kami lagi cari juga alat swab atau PCR yang ramah kepada anak dan lansia yang menggunakan air liur dan tidak perlu dicolok lagi, kalau anak dicolok kan pengalaman yang tidak bagus bagi mereka dan nantinya mereka juga jadi takut kalau dilakukan tes," ujar Walikota Jogja, Haryadi Suyuti, Kamis (18/11/2021).
BACA JUGA: Pembunuh Perempuan yang Ditemukan di Jalan Kaliurang Masih Misterius
Haryadi mengatakan, penerapan layanan ini nantinya menyasar para pelajar sekolah dan para lansia. Pihaknya tengah mengupayakan agar ketersediaan alat tes rampung dan bisa digunakan dalam waktu dekat. Upaya ini juga sebagai salah satu cara dalam mengendalikan pandemi Covid-19 di wilayah setempat. Sebab, munculnya klaster sekolah di sejumlah tempat di DIY belakang ini membuat Pemkot Jogja khawatir akan menyebar ke sekolah lain di tempatnya.
"Ini sedang kita kembangkan dan cari barangnya, mudah-mudahan sudah dapat izin dari otoritas kesehatan supaya bisa operasi ini yang metode air liur," kata Haryadi.
Di beberapa daerah, layanan tes usap dengan metode ini telah digunakan. Layanan ini disebut dengan PCR Saliva Based Testing yang menggunakan alternatif tes PCR berbasis air liur. Tingkat akurasinya pun disebut tak berbeda jauh dengan layanan tes usap dengan metode pengambilan sampel dari hidung dan tenggorokan. Namun sedikit berbeda, sebelum melakukan pemeriksaan PCR berbasis saliva diwajibkan untuk berpuasa makan dan minum selama satu jam.
"Kebutuhannya tentu seluruh pelajar. Baik yang penduduk Jogja maupun yang non Jogja atau aktivitas di Jogja. Termasuk juga pelajar tadi," jelas Haryadi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan, penggunaan alat ini nantinya sangat berguna dalam meningkatkan angka testing khususnya bagi anak dan lansia. Melandainya kasus Covid-19 di wilayah setempat sejak beberapa bulan terakhir disebut Emma mesti pula diiringi dengan peningkatan testing agar penanganan pandemi Covid-19 kian optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan 50 truk untuk memasok 250 ton sampah per hari ke PSEL Piyungan. Saat ini Bantul masih kekurangan 14 armada dan menyiapkan lima depo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 12 September 2026, cek keberangkatan Reguler dan Xpress, tarif, serta cara membeli tiket.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Minggu 12 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.