Pipa PAM Putus, Kebutuhan Air 13 Dusun dan Objek Wisata di Prambanan Terancam

Kondisi pipa PAM yang putus di jembatan Majasem, Sambirejo, Prambanan, Jumat (19/11/2021) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
19 November 2021 18:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pipa aliran air besir milik Organisasi Pengelola dan Pemakai Air (OPPA) Prambanan putus akibat tidak kuat menahan derasnya arus air Kali Plengkung, Sambirejo, Prambanan, Sleman pada Kamis (18/11/2021) petang. Ribuan KK di 13 dusun terancam kekurangan air bersih.

Carik Sambirejo Mujimin mengatakan jaringan pipa air bersih tersebut merupakan jalur utama untuk menyalurkan air bersih ke banyak wilayah. Sebab pipa yang patah itu merupakan jalur transmisi untuk menyalurkan air bersih ke 12 dusun. Meliputi 8 dusun di Sambirejo, dua dusun di Wukirharjo, satu dusun masing-masing di Bokoharjo, Sumberharjo dan Gayamharjo.

Tidak hanya berdampak pada ribuan KK di 13 dusun dan empat kalurahan, putusnya pipa jaringan air bersih tersebut juga berdampak pada kebutuhan air bersih untuk sejumlah destinasi wisata. Seperti Tebing Breksi, Obelix, Amaranta dan Abayagiri di Prambanan. "Pipa yang putus ini merupakan jalur utama, jalur pokok, dengan diameter pipa HDPE 6 inch. Jadi sangat vital," kata Mujimin kepada Harian Jogja, Jumat (19/11/2021).

BACA JUGA: Penonton World Superbike Mulai Datangi Sirkuit Mandalika

Untuk memastikan kondisi pipa yang putus, perangkat kalurahan, kapamewon, Dinas PUP-KP Sleman sudah mendatangi lokasi tersebut. Hal ini untuk memastikan penanganan jaringan air bersih tersebut bisa segera dilakukan. "Kalau hari ini bisa ditangani maka besok sudah bisa digunakan. Sebaliknya kalau hari ini baru persiapan maka ditangani besok. Ya setidaknya dua tiga hari ke depan. Sementara warga dan pengelola wisata kami minta hemat air dulu," katanya.

Panewu Prambanan Ishadi Zayid mengatakan kerusakan terjadi pada pipa yang melintasi sungai jembatan Majasem. Pipa tersebut putus sehingga supplai air bersih ke warga di atas terganggu. "Untuk sementara kami akan pasang pipa secara by pass agar kebutuhan air warga tidak terganggu. Pipanya masih cari dulu karena stok di DPU tidak ada," kata Ishadi.

Ia berharap perbaikan jaringan pipa air bersih tersebut bisa secepatnya dilakukan agar supplai air bersih kepada warga tidak terganggu. "Kami secepatnya akan memperbaiki jaringan pipa ini ya mudah-mudahan segera tertangani dan paling tidak sehari. Jadi kami berharap agar warga bisa bersabar dan berhemat menggunakan air," kata Ishadi.

Namun jika proses perbaikan jaringan pipa melebihi waktu sehari, lanjut Ishadi, maka pemerintah siap untuk mensupplai air bersih menggunakan tangki. Putusnya jaringan pipa tersebut, katanya termasuk dampak dari bencana akibat cuaca ekstrim saat ini. "Jika memang itu dibutuhkan warga, kami siap untuk supplai air besih. Namun sampai saat ini kami masih belum menerima keluhan dari warga. Kemungkinan warga masih menggunakan air di bak-bak penampungan," katanya.

Ketua Perusahaan Air Minum (PAM) Kalurahan Sambirejo, Giyatno mengatakan untuk sementara warga memanfaatkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan air. Pihaknya bersama pengurus paguyuban pemakai air Oppa Tirto Mulyo, BPBD, DPU dan relawan terus berusaha memperbaiki pipa yang putus dengan menyambung pipa darurat.

"Ya rusaknya akibat banjir Kamis kemarin. Banyak sampah yang nyangkut termasuk ranting pohon dan bambu. Akhirnya pipa putus. Sambil menungggu pipa pengganti, mudah-mudahan dalam tiga hari ke depan supplai air bersih sudah normal kembali," harapnya.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan selain memutus jaringan pipa PAM di Kali Plengkung tingginya intensitas hujan dan angin menyebabkan tumbangnya sejumlah pohon di Sumberwatu Sambirejo Prambanan. Pohon tumbang melitang di jalan dan menimpa jaringan listrik.

Selain itu, talud setinggi 3 meter sepanjang 24 meter ambrol dan mengenai rumah warga di Ngelengkong RT 2 RW 17 Sambirejo. Dua titik tebing juga longsor dan mengancam dua rumah warga Ngelengkong. Baik di RT 2 maupun RT 4. "Hujan lebat mengakibatkan debet sungai meluap. Mengakibatkan jembatan lama di Ngelengkonh tidak mampu menahan derasnya air. Pondasi jembatan ambrol sepanjang 6 meter setinggi 3 meter," paparnya.

Di Marangan RT 03 RW 18 Bokoharjo Prambanan, lanjut Makwan, pembatas jembatan kampung ambrol. Meskipun masih bisa dilalui warga namun kondisinya dinilai sangat berbahaya. Dampak hujan juga mengakibatkan luapan air di Kali Gawe Dusun Berjo, Sumberharjo, Prambanan. Luapan air Kali Gawe terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan mulai surut pada pukul 20.00 WIB.

"Terdapat sejumlah rumah warga yang tergenang baik di RT 4, 5, dan 6 RW 17. Sebagian air masuk rumah setinggi lutut orang dewasa. Sapi-sapi warga sempat diungsikan sampai air surut. Sampah sudah dibersihkan, tidak ada korban jiwa atau yang mengungsi," kata Makwan.

BPBD juga mencatat pohon tumbang terjadi di Dusun Salam, Krajan RT 04/ RW 34, Wukirsari, Cangkringan. Pohon yang tumbang menimpa rumah warga. Di Jetisan RT 01 RW 1 Hargobinangun Pakem, tanggul longsor di samping rumah warga. "Hujan juga menyebabkan luapan air masuk sejumlah rumah warga di Ngampel Hargobinangun Pakem gara-gara gorong-gorong tersumbat sampah," katanya.