Pemda DIY Mengaku Sulit Sekat Kendaraan dan Tutup Obwis saat Akhir Tahun

Suasana pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan Prambanan, Jumat (14/5/2021). - Harian Jogja - Yosef Leon
22 November 2021 17:17 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tidak bisa melakukan penyekatan di perbatasan Jawa Tengah dan DIY saat PPKM level 3 diterapkan pada libur Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang.

Sebagai gantinya, Pemda DIY hanya akan melakukan pemeriksaan terhadap pengguna jalan dengan jalan sampling.

"Kami hanya bisa lakukan sampel saja," kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Senin (22/11/2021).

Menurut Aji, pengujian sampel adalah hal yang realistis, mengingat jalan masuk ke DIY ada banyak. Belum lagi keberadaan jalan tikus untuk masuk DIY. Selain itu, jika dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kendaraan yang masuk ke DIY akan membuat arus lalu lintas menjadi macet.

Oleh karena itu, Aji sepakat jika kebijakan yang diterapkan oleh Kota Jogja berupa one get system saat akhir pekan bisa diterapkan di tempat lainnya. Sehingga pengambilan sampel terhadap wisatawan yang masuk DIY melalui jalur darat bisa merata.

"Tapi, kalau masuknya seenaknya sendiri, tentu kami kesulitan," tandas Aji.

Aji mengungkapkan, untuk saat ini penutupan objek wisata dipastikan sulit diterapkan. Belum, sosialisasi jika objek wisata di DIY ditutup ke calon wisatawan yang hendak datang.

"Untuk itu pengetatan di tempat wisata perlu dilakukan. Agar tidak terjadi kerumunan lalu protokol kesehatan pakai aplikasi PeduliLindungi," jelasnya.

BACA JUGA: Haris Azhar Mengaku Siap dan Senang Hadapi Luhut di Pengadilan

Aji sendiri mengaku sampai saat ini Pemda DIY masih menunggu regulasi resmi terkait penerapan PPKM level 3 saat libur Nataru. Sebab, di level 3, biasanya Pemda mendapatkan kewenangan untuk melakukan pengaturan. "Jadi kami masih menunggu," ucap Aji.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, telah berkoordinasi dengan Dispar Kabupaten dan Kota di DIY terkait fasilitas protokol kesehatan di objek wisata. Selain itu, ada skenario terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi yang dibeberapa tempat terkendala sinyal.

"Jika sinyal ada kendala ya dengan menggunakan profil wisatawan di aplikasi visiting jogja. Wisatwan juga harus bisa menunjukkan kartu vaksin," ucapnya.