Krisis Air Meluas, 47 Tangki Air Disalurkan BPBD Sleman
BPBD Sleman menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon selama kemarau 2026. Turi menjadi wilayah dengan bantuan terbanyak.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Digelarnya uji coba PTM ternyata belum dipatuhi seluruh siswa dengan tertib. Satpol PP Bantul masih menemukan siswa sepulang PTM yang justru bermain di tempat publik. Hal ini dikhawatirkan memicu penularan Covid-19.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta pada Sabtu (20/11) menyampaikan bahwa tim Satpol PP masih menemukan siswa sepulang PTM yang tidak langsung pulang namun justru bermain di sejumlah tempat publik. Selain di tempat wisata, warung menjadi salah satu lokasi yang sering kali dijumpai siswa yang baru pulang PTM.
BACA JUGA : PTM Diklaim Lancar, Disdikpora Terus Tambah Pembukaan
"Ini kami baru mengkonfirmasi dengan Dinas Pendidikan terutama yang SMA dan SMK, sekolahnya ada di lingkungan [jenjang] remaja. Kebetulan itu kan menjadi ranah pengawasan dan penanganan dari provinsi," jelasnya.
Terkadang saat operasi di pantai Yulius menemukan beberapa kelompok pelajar yang tengah berleliling. Menurut Yulius tindakan para pelajar ini spontanitas saja dilakukan
"Idenya mereka kan spontanitas, setelah pulang karena sekolah masih terbatas, mereka merasa ada kelonggaran mereka secara spontan mempunyai ide untuk bermain bersama-sama," katanya.
Banyaknya temuan siswa jenjang SMA dan SMK yang tak langsung pulang pasca PTM ditenggarai Yulius juga karena mayoritas mereka sudah terfasilitasi membawa motor pribadi. "Jam pelajaran di tatap muka ini masih pendek masih ada banyak waktu luang untuk bermain. Sehingga dimanfaatkan waktu luang ini untuk pergi kemana [nongkrong]," tambahnya.
"Sekiranya di satu tempat tertentu ada kalangan pelajar yang berkumpul bersama-sama pasti kita berikan edukasi untuk segera meninggalkan tempat. Supaya tidak berkerumun," ucapnya.
BACA JUGA : Persiapan PTM, Ratusan Sekolah Diverifikasi
Yulius juga memgimbau kepada para guru untuk memberin arahan bagi siswanya yang sudah selesai melakukan PTM untuk diharapkan bisa segera pulang. "Juga orang tua mungkin harus memantau jam pelajaran di selolah itu berlangsung dari jam berapa sampai jam berapa," tuturnya.
"Sehingga ketika memang jamnya saatnya pulang, tetapi kok anaknya belum pulang juga perlu dikaruhke untuk segera pulang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon selama kemarau 2026. Turi menjadi wilayah dengan bantuan terbanyak.
Desil Timbul tukang becak di Kulonprogo akhirnya berubah dari 9 menjadi 3, tetapi anaknya masih kesulitan mengakses KIP Kuliah.
Bali United menang 2-1 atas PSS Sleman pada laga perdana BRI Super League 2026-2027. Dua gol tuan rumah dianulir VAR.
Cagar budaya nasional 2026 ditarget 1.750 objek. Hingga Agustus, 1.172 objek telah direkomendasikan untuk ditetapkan.
Harga Pertamax diproyeksikan sulit turun hingga akhir 2026. Ekonom memperkirakan harga bisa turun sekitar Rp1.500 per liter.
Gibran memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana Sumut mulai September 2026 agar mendapat hunian layak dan aman.