PSS Sleman Pertahankan Dominikus Dion untuk Super League
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Digelarnya uji coba PTM ternyata belum dipatuhi seluruh siswa dengan tertib. Satpol PP Bantul masih menemukan siswa sepulang PTM yang justru bermain di tempat publik. Hal ini dikhawatirkan memicu penularan Covid-19.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta pada Sabtu (20/11) menyampaikan bahwa tim Satpol PP masih menemukan siswa sepulang PTM yang tidak langsung pulang namun justru bermain di sejumlah tempat publik. Selain di tempat wisata, warung menjadi salah satu lokasi yang sering kali dijumpai siswa yang baru pulang PTM.
BACA JUGA : PTM Diklaim Lancar, Disdikpora Terus Tambah Pembukaan
"Ini kami baru mengkonfirmasi dengan Dinas Pendidikan terutama yang SMA dan SMK, sekolahnya ada di lingkungan [jenjang] remaja. Kebetulan itu kan menjadi ranah pengawasan dan penanganan dari provinsi," jelasnya.
Terkadang saat operasi di pantai Yulius menemukan beberapa kelompok pelajar yang tengah berleliling. Menurut Yulius tindakan para pelajar ini spontanitas saja dilakukan
"Idenya mereka kan spontanitas, setelah pulang karena sekolah masih terbatas, mereka merasa ada kelonggaran mereka secara spontan mempunyai ide untuk bermain bersama-sama," katanya.
Banyaknya temuan siswa jenjang SMA dan SMK yang tak langsung pulang pasca PTM ditenggarai Yulius juga karena mayoritas mereka sudah terfasilitasi membawa motor pribadi. "Jam pelajaran di tatap muka ini masih pendek masih ada banyak waktu luang untuk bermain. Sehingga dimanfaatkan waktu luang ini untuk pergi kemana [nongkrong]," tambahnya.
"Sekiranya di satu tempat tertentu ada kalangan pelajar yang berkumpul bersama-sama pasti kita berikan edukasi untuk segera meninggalkan tempat. Supaya tidak berkerumun," ucapnya.
BACA JUGA : Persiapan PTM, Ratusan Sekolah Diverifikasi
Yulius juga memgimbau kepada para guru untuk memberin arahan bagi siswanya yang sudah selesai melakukan PTM untuk diharapkan bisa segera pulang. "Juga orang tua mungkin harus memantau jam pelajaran di selolah itu berlangsung dari jam berapa sampai jam berapa," tuturnya.
"Sehingga ketika memang jamnya saatnya pulang, tetapi kok anaknya belum pulang juga perlu dikaruhke untuk segera pulang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.
Penembakan di Ohio menewaskan seorang polisi, dua korban, dan tersangka. Dua petugas serta seekor anjing polisi juga mengalami luka.
Pembangunan PJU Sleman 2026 belum dimulai. Dishub masih menunggu hasil review kontrak Kejaksaan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Hyundai Motor Group menyiapkan investasi Rp494 triliun untuk membangun ekosistem AI, kendaraan listrik, dan mobilitas masa depan di Korea Selatan.
Wali korban dugaan penganiayaan di Daycare Little Aresha meminta Polresta Jogja menuntaskan penyidikan dan menjerat pengurus yayasan yang masih berstatus saksi.
Polri mengungkap dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU periode 2018-2026 dengan potensi kerugian negara dan perekonomian mencapai Rp5 triliun.