Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Digelarnya uji coba PTM ternyata belum dipatuhi seluruh siswa dengan tertib. Satpol PP Bantul masih menemukan siswa sepulang PTM yang justru bermain di tempat publik. Hal ini dikhawatirkan memicu penularan Covid-19.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta pada Sabtu (20/11) menyampaikan bahwa tim Satpol PP masih menemukan siswa sepulang PTM yang tidak langsung pulang namun justru bermain di sejumlah tempat publik. Selain di tempat wisata, warung menjadi salah satu lokasi yang sering kali dijumpai siswa yang baru pulang PTM.
BACA JUGA : PTM Diklaim Lancar, Disdikpora Terus Tambah Pembukaan
"Ini kami baru mengkonfirmasi dengan Dinas Pendidikan terutama yang SMA dan SMK, sekolahnya ada di lingkungan [jenjang] remaja. Kebetulan itu kan menjadi ranah pengawasan dan penanganan dari provinsi," jelasnya.
Terkadang saat operasi di pantai Yulius menemukan beberapa kelompok pelajar yang tengah berleliling. Menurut Yulius tindakan para pelajar ini spontanitas saja dilakukan
"Idenya mereka kan spontanitas, setelah pulang karena sekolah masih terbatas, mereka merasa ada kelonggaran mereka secara spontan mempunyai ide untuk bermain bersama-sama," katanya.
Banyaknya temuan siswa jenjang SMA dan SMK yang tak langsung pulang pasca PTM ditenggarai Yulius juga karena mayoritas mereka sudah terfasilitasi membawa motor pribadi. "Jam pelajaran di tatap muka ini masih pendek masih ada banyak waktu luang untuk bermain. Sehingga dimanfaatkan waktu luang ini untuk pergi kemana [nongkrong]," tambahnya.
"Sekiranya di satu tempat tertentu ada kalangan pelajar yang berkumpul bersama-sama pasti kita berikan edukasi untuk segera meninggalkan tempat. Supaya tidak berkerumun," ucapnya.
BACA JUGA : Persiapan PTM, Ratusan Sekolah Diverifikasi
Yulius juga memgimbau kepada para guru untuk memberin arahan bagi siswanya yang sudah selesai melakukan PTM untuk diharapkan bisa segera pulang. "Juga orang tua mungkin harus memantau jam pelajaran di selolah itu berlangsung dari jam berapa sampai jam berapa," tuturnya.
"Sehingga ketika memang jamnya saatnya pulang, tetapi kok anaknya belum pulang juga perlu dikaruhke untuk segera pulang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu