Hasil Swab PCR Acak: 46 Siswa dan Guru di Bantul Positif Covid-19

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
23 November 2021 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 46 siswa dan guru di Bantul dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes swab PCR acak yang dilakukan di sejumlah sekolah sejak 16-22 November lalu. Pemkab Bantul sudah melakukan tracing, testing, dan treatmen terhadap temuan tersebut.

Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan tes swab PCR acak menyasar 59 sekolah, yang terdiri dari 17 SD dan sederajat, 17 SMP dan sederajat, serta 25 SMA dan sederajat. Sementara sasaran warga sekolahnya yang dilakukan swab PCR acak ada 1.419 orang siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Dari 1.419 itu terdiri dari 253 warga SD, 275 warga SMP, dan 891 warga SMA.

“Hasilnya ditemukan 46 [warga sekolah terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan] yang terpapar Covid-19 dengan status tanpa gejala. Jumlah itu berdasarkan hasil yang sudah diterima sampai dengan yang tanggal 22 November,” kata Joko, saat dihubungi Selasa (23/11/2021).

Menurut Joko, temuan 46 siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang positif itu terhitung sejak 16 November lalu hingga 22 November sehingga semuanya sudah menjalani isolasi. Sebagian besar yang terpapar adalah tanpa gejala atau OTG yang cukup isolasi di rumah selama 10 hari. Sementara yang bergejala ringan menjalani isolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul.

BACA JUGA: Debit Air Sungai Code Meningkat, BPBD Ingatkan Warga Jogja Waspada

Pihaknya juga sudah melakukna tracing dan testing terhadap semua kontak erat dari yang terpapar Covid-19 tersebut. Tracing dilakukan di sekolah maupun keluarga siswa atau guru yang dinyatakan terpapar. Semua yang terpapar juga sudah dilakukan treatmen atau isolasi.

Selanjutnya, Pemkab Bantul juga memastikan semua sekolah yang terdapat siswa atau gurunya yang positif Covid-19 baik bergejala maupun tidak dihentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas “Guru-gurunya diminta selalu memantau dan memonitor terkait siswanya yang dindikasikan positif Covid-19,” ujar Joko.

Lebih lanjut Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 ini meminta sekolah untuk meningkatkan disiplin protokol kesehatan minimal 5M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Pihaknya juga sudah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kesehatan untuk memantau protokol kesehatan di sekolah-sekolah.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, sebelumnya, telah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas atau PTMT di tujuh sekolah SD dan tujuh sekolah menengah pertama (SMP) setelah ditemukan 29 siswa dan guru SD dan SMP yang positif Covid-19 dari hasil tes swab PCR acak, “Penutupan sementara [PTMT] sampe menunggu tracing oleh puskesmas,” kata Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko.

Isdarmoko memaparkan ada 279 siswa dan guru SD yang dilakukan tes swab PCR acak di sejumlah sekolah. Dari jumlah ersebut hasilnya ditemukan ada 15 siswa dan satu guru yang positif Covid-19. Selebihnya dinyatakan negatif. Siswa dan guru yang positif Covid-19 tersebut ada di tujuh SD dengan rincian MI Al Ma'had An Nur (3 siswa), SDN 1 Kretek (1), SDN Monggang (5), SDN 1 Pedes (1 guru), SDN Bantul Warung (2), SD N Sendangsari (2) dan SDN Terban (2).

Selain 15 siswa SD dan satu guru yang dinyatakan positif, ada 13 siswa SMP yang positif Covid-19 di tujuh sekolah. Ketujuh sekolah tersebut rinciannya adalah MTs Al Furqon Sanden (4 siswa), MTs Al Ma’had An Nur (2), MTs Negeri 2 Bantul (1), MTs Negeri 5 Bantul (1), MTs El Muna Q (1) dan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo (1), dan SMP 2 Bambanglipuro (3).

Menurut Isdarmoko untuk swab PCR acak warga sekolah SMP sederajat paling banyak ditemukan di sekolah MTs yakni lima sekolah dan sisanya SMP, “SMP sederajat yang ditemukan warganya positif Covid-19 maka kebijakan seperti sekolah dasar yakni PTMT dihentikan sementara dan dilakukan tracing serta testing,” ujar Isdarmoko.