Advertisement

Hindari Perilaku Negatif, Tingkatkan Fungsi Keluarga

Lugas Subarkah
Selasa, 23 November 2021 - 22:12 WIB
Yudhi Kusdiyanto
Hindari Perilaku Negatif, Tingkatkan Fungsi Keluarga Sejumlah warga Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, saat mengikuti Sosialisasi Fungsi Keluarga, Selasa (23/11 - 2021). Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul khususnya pada generasi muda seperti kejahatan jalanan dan lainnya, keluarga harus meningkatkan fungsinya. Keluarga memiliki peran penting dalam mengarahkan dan mencegah tindakan negatif anak.

Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi Fungsi Keluarga, hasil kerja sama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten (DP3AP2KB) Sleman dan DPRD DIY yang digelar di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Selasa (23/11/2021).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Lurah Sidoluhur, Hernawan Zudianto menuturkan di wilayahnya selama beberapa waktu terakhir terjadi dua kasus kekerasan yang melibatkan remaja. Atas dua kasus ini, ia mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan anaknya dengan meningkatkan fungsi keluarga.

Menurutnya, ada empat hal yang memengaruhi perilaku anak, yakni ketika berada dalam kandungan, di dalam keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan luar. Pada fase lingkungan luar inilah, biasanya anak rawan mendapat pengaruh negatif. “Terjadinya kasus ini disebabkan ketidakpedulian keluarga kepada anak. Maka, fungsi ketahanan keluarga harus dimulai dari keluarga. Selalu komunikasi dengan anak, dengan ponsel dihubungi ada di mana. Kalau sudah lepas, le nata angel [susah mengaturnya lagi],” ungkapnya.

Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga DP3AP2 DIY, Hera Aprilia mengatakan setiap keluarga pasti memiliki masalah, sehingga peningkatan ketahanan keluarga dengan memaksimalkan fungsi keluarga sangat penting untuk meminimalkan masalah keluarga. “Bukan hanya tugas pemerintah tapi tugas semua karena keluarga adalah yang paling dekat dengan anak-anak. Anak-anak itu peniru orang yang di sekitarnya. Jadi fungsi kita bagaimana memberikan pendidikan dan pengasuhan yang baik kepada anak-anak,” katanya.

Minimnya fungsi keluarga khususnya komunikasi antara orang tua dengan anak dapat menyebabkan anak menjadi liar atau bisa juga malah menjadi introvert atau pendiam. “Orang tua di rumah tapi tidak ada komunikasi sehingga anaknya juga di kamar, dia jadi anak yang pendiam, tidak bisa bersosialisasi,” ungkapnya.

Ia menyarankan setiap keluarga memiliki family time atau waktu yang berkualitas khusus untuk keluarga. Family time menjadi salah satu media paling efektif untuk bisa merekatkan hubungan, komunikasi dan keharmonisan antar anggota keluarga. Dalam family time, setiap anggota keluarga bisa saling bercerita dan saling merespons. “Bisa berbagai pengalaman dan saling menyemangati. Ini juga bisa digunakan misalnya bapak suka sepeda, jangan sendirian, tapi ajak istri dan anak,” kata dia.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Selasa, 29 November 2022

News
| Selasa, 29 November 2022, 04:37 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement