Program Surveilans PTM Tahap Kedua di Kulonprogo Januari 2022

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
23 November 2021 00:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Program surveilans pembelajaran tatap muka (PTM) tahap kedua rencananya kembali dilakukan di Kulonprogo pada Januari 2022 mendatang. Sasaran program surveilans PTM tahap kedua adalah sejumlah sekolah yang belum melaksanakan tes swab PCR secara acak.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Arif Prastowo, mengatakan jawatannya saat ini tengah melakukan pendataan terkait dengan sekolah yang nantinya akan menjadi sasaran program surveilans PTM tahap kedua.

"Protokol pencegahan penularan Covid-19 di sekolah terus kita dorong agar tidak kendur agar tidak terjadi penularan virus. Kami sedang bersiap melaksanakan kegiatan surveilans PTM tahap kedua. Pelaksanaannya dimungkinkan pada 2022 mendatang," terang Arif pada Senin (22/11/2021).

Dikatakan Arif, penularan Covid-19 di sekolah yang telah melaksanakan kegiatan PTM belum ditemukan klaster Covid-19. Ia tidak memungkiri bahwa penularan Covid-19 yang terjadi diantara siswa yang telah mengikuti kegiatan PTM jumlahnya tidak sedikit.

"Banyak temuan kasus yang terjadi kepada siswa. Namun, sampai saat ini belum ada satupun sekolah yang menjadi lokasi penularan atau klaster penularan Covid-19 pada kegiatan PTM. Kami terus mendorong agar sekolah mampu menerapkan protokol kesehatan diantara siswa maupun tenaga kependidikan," terang Arif.

Baca juga: Waduh...Status Belasan Desa Wisata di Bantul Tidak Jelas

Ditemukannya kasus positif Covid-19 di sekolah yang telah menggelar PTM akhirnya membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo hati-hati dalam mengeluarkan izin bagi TK maupun PAUD yang berencana ingin menggelar PTM.

"Saat ini, baru sekitar 30 PAUD/TK yang sudah mengantongi izin PTM, atau 2,7 persen dari total 830 PAUD dan TK di Kulonprogo. Izin pembelajaran tatap muka masih sedikit karena kami ingin berhati-hati agar tidak terjadi penularan Covid-19," sambung Arif.

Lebih lanjut, peran orang tua dalam menjaga anaknya dari penularan Covid-19 cukup vital. Aktivitas anak-anak di luar sekolah tak luput dari pengawasan orang tua agar penularan Covid-19 yang berasal dari luar lingkungan sekolah bisa diantisipasi.

"Anak pada rentang usia PAUD dan TK masih perlu pendampingan. Khususnya dalam penerapan prokes ketika mengikuti kegiatan belajar tatap muka. Kunci agar tidak terjadi penularan Covid-19 adalah prokes ketat. Sehingga, peran pengawas PAUD dan TK serta orang tua siswa adalah hal yang sangat penting," ungkap Arif.

Kasus positif Covid-19 yang berasal dari siswa yang telah mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kulonprogo terus meluas. Berdasarkan catatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, program surveilans PTM tahap pertama total sampel sebanyak 2.221, 94 siswa atau sekitar empat persen dari total sampel sementara dinyatakan terpapar Covid-19.

Baca juga: Pengin Nikah Resmi, Pasutri di Sleman Gondol Emas Berlian Milik Majikan

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan pada Rabu (17/11/2021) merupakan hari terakhir pelaksanaan program surveilans PTM tahap pertama. Tes swab PCR secara acak berdasarkan pedoman Kemenkes bakal dilaksanakan pada bulan mendatang.

"Dari sekolah yang sudah diperiksa sebanyak 54 sekolah itu yang terkonfirmasi positif Covid-19 totalnya ada 94 atau empat persen dari sampel yang ada yaitu 2.221. Terdiri atau tersebar dari 55 SD, 11 SMP, dan 28 SMA, di SLB ada satu sekolah namun hasilnya negatif Covid-19," ujar Baning beberapa waktu lalu.

Menghentikan Sementara

Dikatakan Baning, sejumlah sekolah diminta oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo untuk menghentikan sementara kegiatan PTM. Namun, ada juga sekolah yang diminta hanya menonaktifkan kegiatan PTM di satu kelas.

"Dari sekolah tersebut yang kita hentikan kegiatan PTM selama 15 hari itu ada 19 sekolah terdiri dari SD sebanyak 15 sekolah, SMP satu sekolah dan SMA 3 sekolah. Untuk yang dihentikan satu kelas saja itu ada 11 sekolah. Di antaranya lima SD, dua SMP dan empat SMA. Sedangkan, sekolah lainnya masih bisa diteruskan untuk kegiatan PTM," terang Baning.

Upaya penelurusan kontak erat dari hasil kasus positif Covid-19 juga sudah dilakukan oleh Baning dan jawatannya. Merujuk data dari gugus tugas setempat, total kontak erat dari kasus positif Covid-19 siswa yang telah melaksanakan kegiatan PTM sebanyak 976 sampel.

"Perlu diketahui bahwa untuk penambahan kasus hasil tracing sudah terperiksa 976 sampel. Semuanya telah menjalani tes antigen dan dinyatakan negatif Covid-19. Kontak erat hari pertama dan kedua juga telah menjalani PCR dan diketahui terdapat dua kasus positif Covid-19. Satu kasus adalah teman satu kelas dan satu kasus lainnya adalah anggota keluarga di rumah," ungkap Baning.