Anak TK dan SD di Kota Jogja dan Bantul Dilatih Kesiapsiagaan Bencana

Anak-anak di sekolah Gajah Wong berfoto bersama di sela-sela pelatihan kesiapsiagaan bencana bersama PMI DIY dan Koica, belum lama ini. - Ist
11 Desember 2021 17:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan Korean International Cooperation Agency (KOICA) melatih kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, dan Covid-19 kepada anak-anak di Kota Jogja dan Kabupaten Bantul.

“Wilayah DIY menjadi salah satu lima wilayah sasaran Program Koica for Kids kerja sama PMI dan KOICA. Ada 500 anak-anak usia taman kanak-kanak [TK] sampai dengan sekolah dasar [SD] yang kita sasar di Kota Jogja dan Kabupaten Bantul dengan metode luring dan daring," tutur dr Lipur Riyantiningtyas, Sp.F.,PKK selaku Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI DIY, Jumat (10/12/2021). 

Wilayah Kota Jogja menyasar anak-anak di Sekolah Gajah Wong, Purbayan Kotagede, TPA Masjid Al-Barokah Kotagede, TKA-TPA Nurul Huda Kebrokan Pandeyan Umbulharjo, Serangan Notoprajan, SD N Bhayangkara dan SD Muhammadiyah Karang Kajen. Sementara wilayah Bantul ada di Padukuhan Bothokan, Argosari, Sedayu; Panti Asuhan Himmatu Sanden; Padukuhan Kresen, Bantul; Kelurahan Dlingo dan Sanggar Komunitas Bocah Polah, Dusun Matup, Baturetno, Banguntapan, Bantul.

Kegiatan tersebut dilakukan selama periode Bulan Desember 2021 sampai dengan Januari 2022 dan mereka  akan mendapatkan paket edukit seperti puzzle, tebak gambar dan lainnya.

“Program ini untuk membantu pemerintah dalam upaya mendidik masyarakat sejak usia dini agar mengenal lingkungan sekitar tentang kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, krisis kesehatan seperti Covid-19,” kata dr Lipur yang juga merupakan ahli forensik RSUP DR. Sardjito ini.

Baca juga: Soal Vaksinasi Anak, Heroe Poerwadi: Kami Siap tetapi Vaksin Belum Datang

Herlita Jayadianti, pendamping Sekolah Gajahwong mengatakan, edukasi tentang kebencanaan baru pertama kalinya diberikan kepada anak-anak sekolah Gajahwong bersama PMI. “Ada beberapa potensi bencana di sini, seperti banjir dan angin kencang. Edukasi ini penting untuk anak-anak menyiapkan dirinya sejak dini. Semoga kerja sama ini bisa berkelanjutan," ungkap Lita yang juga merupakan penerima penghargaan Perempuan Inisiator dari Kota Jogja ini.

Sementara itu, Yudi Agus Priyanto, pendongeng yang digandeng PMI dalam program ini mengatakan, melalui metode dongeng penyampaian pesan lebih mudah diterima anak-anak. “Kami kreasikan dengan dongeng dan lagu-lagu untuk mengedukasi anak-anak ini. Mereka lebih mudah memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana ataupun terluka harus bagaimana sampai bagaimana mencegah penularan virus Covid-19,"  terang Yudi.

Salah satu pencegahan virus Covid-19 diajarkan dengan tertib menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. 

Dikatakan Yudi, metode dongeng dengan peraga boneka, bernyanyi bersama, pesan lebih bisa tersampaikan, sesuai dengan dunia mereka yang ceria. “Meski kita lakukan secara luring, kami tetap menekankan protokol kesehatan, selain untuk mengurangi dampak Covid-19 tentu juga untuk mengedukasi peserta didik”, pungkas Yudi.