Jip Lava Tour Merapi Bertekad Tak Ada Lagi Wisatawan yang Celaka

Wisatawan sedang menikmati wisata jip lava tour Merapi, Minggu (26/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
14 Desember 2021 17:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) bertekad mewujudkan wisata jeep yang aman (zero accident) bagi wisatawan. Untuk penguatan kelembangaan, AJWLM juga akan mendirikan koperasi pada tahun depan.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Daldiri mengatakan asosiasi berkomitmen untuk memaksimalkan pelayanan kepada wisatawan untuk mewujudkan zero accident. Salah satu upaya yang dilakukan AJWLM, lanjut Daldiri dengan melakukan pembinaan kepada pemandu jip wisata lavatour.

"November kemarin, kami berkeliling memberikan pembinaan dan edukasi di masing-masing operator jip lava tour Merapi. Ini kami lakukan agar zero accident untuk wisata minat khusus ini bisa terwujud," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (14/12/2021).

AJWLM, lanjut Daldiri, sudah menyampaikan tekad tersebut termasuk hambatan-hambatan yang dialami anggota AJWLM kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama sejumlah instansi terkait. "Jadi untuk mewujudkan zero accident kami berikan pembinaan hingga buku saku kepada para pemandu. Ini dilakukan agar tidak ada insiden kecelakaan lagi," katanya.

Berdasarkan data Dishub Sleman, Di tiga destinasi wisata baik Kaliurang, Kaliaden maupun Breksi, terdapat sekitar 1.000 jeep wisata. Di wilayah Merapi ada sekitar 740 unit jeep yang bernaung dibawah 29 komunitas. Dishub secara rutin pemeriksaan jeep wisata secara rutin. Aspek yang diperiksa antara lain sistem kelayakan dasar seperti fungsi roda, rem, dan kemudi.

BACA JUGA: Malam Tahun Baru: Kawasan Titik Nol Jogja Dipagari, Alun-Alun Ditutup

"Saat ini, 90 persen jip kami dalam kondisi baik dan memenuhi uji kelayakan. Para pemandunya juga sudah mendapatkan pembinaan. Bahkan kami sudah memiliki Dewan Pengawas independen yang membina dan mengawasi pelanggaran SOP para pemandu," katanya.

Bentuk Koperasi

Untuk mendukung keberlangsungan para anggota, kata Daldiri, secara kelembagaan AJWLM akan diperkuat dengan mendirikan koperasi. Wadah koperasi bagi para anggota akan didirikan tahun depan. "Untuk nama dan jenisnya masih akan kami rumuskan dengan para anggota. Insyaallah akan dibentuk tahun depan," katanya.

Rencananya, lanjut Daldiri, koperasi yang dibentuk nantinya akan memiliki unit-unit usaha yang akan mendukung keberlangsungan AJWLM. Misalnya, penyediaan sparepart untuk kebutuhan onderdil kendaraan jip dan lainnya. "Ini misalkan seperti itu. Kalau sparepart yang dibutuhkan jip ada di koperasi diharapkan harganya bisa lebih murah," katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menilai langkah AJWLM yang saat ini tengah melakukan penguatan kelembagaan dengan membentuk Dewan Pengawas, Anggaran Dasar dan Anggaran Ruma Tangga perlu diapresiasi. Terutama untuk mewujudkan zero accident.

Untuk merealisasikan penguatan kelembagaan ini, kata Danang, AJWLM perlu melakukan evaluasi dan koordinasi lebih lenjut dengan sejumlah Dinas dalam hal ini Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan maupun dengan Polres Sleman agar dalam implementasinya tetap mematuhi peraturan yang telah ditetapkan dalam memberikan keamanan bagi wisatawan.

“Penguatan kelembagaan ini tentu kembali lagi kepada kelembagaan internal. Pengawas internal perlu difungsikan lagi sehingga tidak hanya lingkup teknis saja namun juga bagi SDMnya," ujar Danang.