Status BPBD Gunungkidul Bakal Naik dari Tipe B ke Tipe A
BPBD Gunungkidul direncanakan naik dari Tipe B ke Tipe A melalui revisi perda kelembagaan yang dibahas Pemkab dan DPRD.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap taman budaya bisa menjadi sarana melahirkan kaum kreatif di Gunungkidul. Hal ini disampaikan pada saat peresmian Taman Budaya Gunungkidul (TBG) di Kalurahan Logandeng, Playen, Senin (21/12/2021) malam.
“Tidak hanya untuk melahirkan kaum kreatif, tapi juga sebagai sarana untuk menampilkan eksistensi dari inovasi yang dimiliki,” kata Sultan, Senin malam.
Menurut dia, pembangunan TBG merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap pengembangan seni dan budaya. Dari sisi potensi, Gunungkidul memiliki budaya dan seni Gunungkidul yang beragam. Namun demikian, membutuhkan berbagai sentuhan agar semakin bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan ini juga sebagai respon atas kerinduan masyarakat terutama para seniman dan pegiat budaya untuk pembinaan dan pelestarian serta pengembangan seni dan budaya,” katanya.
Sultan berharap, kehadiran taman budaya untuk membuat terobosan-terobosan produktif dengan menjadikannya sebagai inkubator budaya yang memiliki daya ungkit ekonomi. “Untuk menciptakan budaya baru harus diimbangi dengan riset-riset sebagai pendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan basis budaya. Geser dominasi budaya ekspresif dan masa silam, ke budaya progresif masa depan yang diwarnai oleh intensi, inovasi dan kreativitas di bidang ilmu teknologi dan industri serta sektor finansial dan perbankan serta ekonomi bisnis,” imbau dia.
Dia juga meminta keberadaan kebudayaan tidak dimaknai dengan sempit dan terbatas pada seni budaya saja. Hal ini dikarena sesungguhnya kebudayaan adalah segala hal yang berkaitan dengan keseluruhan hajat hidup manusia. “Keberadaan TBG harus diimbangi dengan pemeliharaan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya seniman dan pegiat budaya Gunungkidul,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, pemanfaatan TBG akan diorientasikan pada pelestarian dan pengembangan potensi seni dan budaya. Diharapkan pula juga dapat memberikan dampak pada kesejahteraan masyatakat.
BACA JUGA: Sosok Selebgram TE yang Terjerat Prostitusi Online Terungkap? Ini Versi Netizen
“Untuk pemeliharaan dan pengembangan, kami juga masih membutuhkan dukungan dari Pemerintah DIY,” katanya.
Ketua Panitia Peresmian TBG, Agus Kamtono mengatakan, TBG dibangun di lahan seluas 2,8 hektare. Fasilitas bangunannya berisi gedung auditorium, amphiteater atau ruang pentas terbuka, serta bangunan pendukung yang terdiri dari bangunan perkantoran, joglo, pertokoan atau kios, masjid, toilet umum, rumah genset, ATM center, pos satpam, kantin karyawan, shelter dan mini museum dan lain-lain.
“Proses pembangunan sudah dimulai 2017 dengan pengadaan tanah senilai Rp13,3 miliar. Di 2018 dilaksanakan pembangunan tahap pertama senilai Rp12,9 miliar. Kemudian pembangunannya dilanjutkan di 2019 hingga 2021 dengan anggaran Rp132,70 miliar,” kata Agus.
Dia menambahkan untuk manajemen konstruksi menelan anggaran sekitar Rp1,9 konstruksi. Selain itu, juga ada penambahan tanah seluas 1.245 meter persegi di tahun ini senilai Rp726 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul direncanakan naik dari Tipe B ke Tipe A melalui revisi perda kelembagaan yang dibahas Pemkab dan DPRD.
KPK menyita Rp250 juta dari PCNU Nias yang diduga berkaitan dengan politik uang Muktamar ke-35 NU dan penyidikan kasus ATR/BPN.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 21 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
DPRD Kulonprogo mengawal perkembangan investasi di kawasan industri Sentolo sekaligus mendorong kelompok wanita tani memperkuat ekonomi lokal.
Bahlil Lahadalia menilai ketua umum parpol perlu melakukan tindakan nyata agar dilihat Generasi Z. Ia juga meminta kader Golkar mendengar aspirasi rakyat.
HIPMI Kulonprogo mengapresiasi program prioritas pemerintah pusat, sekaligus mendorong perluasan program untuk meningkatkan daya beli dan memperkuat UMKM daerah