Komunitas Lingkar Kajian Keris Luncurkan Besalen

Acara soft launching Majalah Besalen, Budaya-Keris Nusantara yang digelar di Ruang Bima Dinas Kebudayaan DIY, Kamis (30/12/2021). - Harian Jogja - Ist
03 Januari 2022 10:57 WIB Yudhi Kusdiyanto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas Lingkar Kajian Keris Jogja meluncurkan Majalah Besalen, Budaya-Keris Nusantara, Kamis (30/12/2021).

Acara soft launching yang digelar di Kantor Dinas Kebudayaan DIY ini dikemas dalam diskusi dengan narasumber Ketua dan Wakil Redaksi Besalen; Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi; dan Ketua Komunitas Lingkar Kajian Keris Jogja.

Pemimpin Umum Besalen, Adi Wardoyo, saat soft launching Majalah Besalen Budaya-Keris Nusantara mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa sehingga Majalah Besalen akhirnya dapat terwujud.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Dinas Kebudayaan DIY yang telah memfasilitasi peluncuran majalah ini, serta sejumlah pihak yang mendukung baik secara teknis maupun nonteknis, penulis artikel, dan pihak lainnya.

Majalah Besalen lahir 2 Desember 2021, diinisiasi oleh Komunitas Lingkar Kajian Keris Jogja. Kami sepakat menggunakan nama Besalen pada hari Kamis Wage yang mengandung makna ratu atau lungguh, sehingga harapannya Majalah Besalen dapat menjadi kajian dan edukasi yang produktif, konstruktif, dan inovatif dalam mengembangkan informasi terkait dengan budaya pada subjeknya dan keris pada objeknya,” kata Adi saat peluncuran, Kamis.

Menurut Adi, majalah ini lahir dilatarbelakangi berkembangnya minat penulisan tentang budaya keris, banyaknya pemerhati, dan kurangnya wadah atau media penampung aspirasi dan kajian. Terlebih, buku-buku yang memuat tentang beragam keris harganya sangat mahal.

“Majalah ini diharapkan memberikan informasi dan edukasi tentang keris khususnya kepada generasi muda,” katanya. Komunitas Lingkar Kajian Keris Jogja, menurut Adi Wardoyo, bersama Dinas kebudayaan DIY selalu membuka ruang kolaboratif kepada semua pihak.