Stok Gas Melon di Gunungkidul Dipastikan Aman
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul memastikan tak ada masalah dengan stok gas elpiji kemasan tiga kilogram karena ada kuota 5,9 juta tabung di 2026.
Pengunjung sedang bermain di kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat selama libur akhir tahun ada 177.890 orang yang berkunjung ke objek wisata di Bumi Handayani. Jumlah ini lebih tinggi dari target kunjungan yang dipatok sebanyak 147.715 orang.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan libur Natal dan Tahun Baru yang dimulai 24 Desember hingga 2 Januari membuat Gunungkidul ramai. Ia mengakui, jumlah kunjungan yang datang melebihi target yang ditentukan pada saat persiapan menyambut liburan ini.
BACA JUGA: Satu-satunya di Indonesia, Naik Gondola di Gunungkidul Sambil Ngopi Melihat Samudra Hindia
“Target kami 147.715 pengunjung, tapi realisasinya ada 177.890 pengunjung,” kata Hary kepada wartawan, Senin.
Membeludaknya jumlah wisatawan ini berdampak terhadap target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi masuk wisata masuk. Pada saat persiapan, target pendapatan libur akhir tahun sebesar Rp1,1 miliar. “Tetapi yang masuk Rp1,2 miliar,” katanya.
Hampir 92,5% kunjungan masih terkonsentrasi ke kawasan pantai. Sisanya tersebar ke wisata nonpantai seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk, Embung Batara Sriten hingga Gunung Api Purba Nglanggeran.
“Sebenarnya jumlah pengunjung bisa lebih karena ada beberapa objek wisata yang belum ditarik retribusi sehingga datanya tidak bisa tercatat,” katanya.
Lalu lintas di beberapa lokasi sangat padat seperti di Kawasan Patuk menuju Heha Sky view. Selain itu antrean kendaraan juga terlihat di kawasan pantai, salah satunya menuju kawasan Pantai Gesing.
“Pergerakan wisatawan ini juga ikut mendongkrak perekonomian, meski nominal pengeluaran setiap orang belum diketahui pasti,” katanya.
BACA JUGA: Satu Hari, Lebih dari 40.000 Wisatawan Kunjungi Bantul
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul M. Arif Aldian mengatakan, target PAD bisa terpenuhi. Di 2021, Gunungkidul menargetkan PAD wisata sebanyak Rp12 miliar. Hingga akhir Desember capaiannya Rp12,55 miliar.
“Melebih target dengan capaian 104%. Kunjungan ada 1,76 juta wisatawan selama 2021,” katanya.
Jawatannya akan terus melakukan berbagai upaya dalam pengembangan destinasi wisata di Bumi Handayan dan terus menyosialisasikan wisata aman dan sehat kepada seluruh pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul memastikan tak ada masalah dengan stok gas elpiji kemasan tiga kilogram karena ada kuota 5,9 juta tabung di 2026.
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Dasco hubungi Dirut Pertamina soal lonjakan gas industri yang picu ancaman PHK 55.000 buruh di Bekasi.
Nadiem Makarim akui bisa khilaf namun bantah korupsi dalam sidang kasus Chromebook Kemendikbudristek, kerugian negara capai Rp2,18 triliun.
Ekonom UGM prediksi harga Pertamax bisa turun pada Juli 2026 seiring turunnya harga minyak dunia dan meredanya tensi geopolitik.
Ekonom Permata Bank sebut pelemahan rupiah picu kenaikan harga barang impor dan tekan daya beli rumah tangga secara bertahap.