Satu Hari, Lebih dari 40.000 Wisatawan Kunjungi Bantul

Pantai Parangtritis terlihat dari Bukit Paralayang, Gunungkidul, Jumat (31/12/2021). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
02 Januari 2022 19:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan ribu wisatawan mengunjungi sejumlah objek wisata di Bantul selama libur Tahun Baru 2022. Dinas Pariwisata Bantul mencatat 42.064 wisatawan mengunjungi objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bantul dalam satu hari selama 31 Desember 2021 sore hingga 1 Januari 2022 sore.

Dari jumlah tersebut, kebanyakan berkunjung ke Pantai Parangtritis. “Yang ke Parangtritis 33.198. Sementara ke destinasi lain yang dikelola Pemkab Bantul sebanyak 8.865,” kata Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, Minggu (2/1/2021).

BACA JUGA: Satu-satunya di Indonesia, Naik Gondola di Gunungkidul Sambil Ngopi Melihat Samudra Hindia

Menurut Markus, jumlah wisatawan pada libur Tahun Baru 2022 kali ini lebih banyak dibandingkan dengan Tahun Baru 2021 karena pada tahun lalu ada pembatasan dan penyekatan jalur menuju tempat wisata. Namun jika dibandingkan dengan Nataru tahun-tahun sebelumnya atau sebelum ada Covid-19, jumlah ini masih lebih sedikit.

Markus mengatakan data tersebut belum termasuk wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata yang dikelola masyarakat atau kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang kemungkinan juga mencapai puluhan ribu.

Menurut pria yang akrab disapa Ipung ini, masih tingginya kunjungan wisata ke Bantul karena masyarakat mengetahui tidak ada penyekatan-penyekatan jalan menuju objek wisata kecuali hanya pengaturan ganjil genap.

Sementara jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul selama 2021 di objek wisata yang dikelola Pemkab tercatat 1.378.223 orang. Pemkab meraup pendapatan Rp13,3 miliar dari kunjungan itu. Jumlah kunjungan dan nilai pendapatan ini meleset dari target sebesar Rp14 miliar.

BACA JUGA: Jalur ke Pantai Gesing Gunungkidul Padat, Kendaraan Hanya Bisa Merayap

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan tidak ada target perolehan pendapatan asli daerah (PAD) maupun jumlah pengunjung selama libur Nataru ini.

Menurut Kwintaro, yang penting selama libur Nataru ini adalah pariwisata aman dan tidak menimbulkan kasus baru Covid-19. Ia mengatakan libur Nataru ini menjadi bahan ujian. “Jika tidak menimbulkan penularan kasus Covid-19, artinya pariwisata di Bantul aman sehingga wisatawan maupun pengelola wisata ke depan bisa menyelenggarakan kegiatan pariwisata yang akhirnya nanti untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Kwintarto.