Advertisement

Polisi Ungkap Aksi Pencurian di Toko More Vapor Tamansiswa

Yosef Leon
Rabu, 05 Januari 2022 - 12:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Polisi Ungkap Aksi Pencurian di Toko More Vapor Tamansiswa Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Unit Reskrim Polsek Mergangsan meringkus ABA, 26, buruh warga Mantrijeron karena diduga sebagai pelaku aksi pencurian di toko More Vapor Tamansiswa beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja menjelaskan, tersangka ditangkap pada akhir tahun lalu tepatnya pada Jumat (31/12/2021) di kawasan Imogiri barat. Pengungkapan ini berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan petugas.

"Petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Jalan Imogiri barat dan melakukan penangkapan. Pelaku juga mengakui semua perbuatannya," kata Timbul, Rabu (5/1/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Peristiwa pembobolan toko ini terjadi pada 27 Oktober lalu. Imbasnya pemilik mengalami kerugian senilai Rp8,5 juta. Tersangka berhasil membawa kabur sejumlah barang dagangan berupa enam buah Rebuildable Driping Atomizer (alat isap), mod (penyimpanan baterai) sembilan buah, dan liquid sebanyak 15 buah.

"Kerugian korban diperkirakan senilai Rp8,5 juta," kata Timbul.

Baca juga: Makanan Ini Jangan Dikonsumsi saat Perut Kosong

Timbul menjelaskan, aksi pembobolan pertama kali diketahui oleh seorang pegawai toko yakni M. Diponegoro (Adip). Saat membuka kios, Adip melihat kondisi toko telah berantakan dan eternit plafon jebol serta sebagian barang raib.

"Diperkirakan pelaku masuk lewat samping bangunan kemudian naik ke genting dan menjebol eternit plafon," ungkap Timbul.

Ditambahkan, pelaku ditengarai kabur dengan memanjat kursi yang disusun sedemikian rupa untuk memanjat. Pihaknya juga menyebut bahwa kondisi kamera pengintai dalam kondisi mati saat pelaku melancarkan aksinya.

Advertisement

"Kejadian tersebut diperkirakan setelah toko tutup antara jam 24.00 Wib ke atas. CCTV juga tidak hidup alias mati, sementara toko tidak ada yang menjaga saat malam," jelasnya.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 363 KUHP ayat 5e dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun. 

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Perpadi Sebut Beras Selundupan dari Vietnam Beredar di Indonesia

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement