Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi sarang tawon. /Ist-Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Harsono Suwarno,79, warga Dusun Ngipik, Tegalrejo, Gedangsari, meninggal dunia seusai disengat kawanan tawon vespa, Rabu (5/1/2021) petang. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Lurah Tegalrejo, Sarjono saat dihubungi, Kamis (6/1/2021) membenarkan adanya peristiwa meninggalnya salah seorang warga karena disengat kawanan tawon vespa. Peristiwa ini terjadi pada Rabu sekitar pukul 15.30 WIB.
Kejadian bermula saat korban Harsono mencari rumput di dekat SD Gupit. Tanpa disadari di lokasi tersebut ada sarang tawon. Akitivitas ini diduga mengganggu kawasan tawon di dalam sarang hingga akhirnya menyengat korban.
“Sudah coba berlari sekitar 100 meter dari lokasi tapi tetap dikejar kawanan yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor,” katanya, kemarin.
Sarjono menuturkan, pada awalnya warga tidak berani menolong. Namun ada yang berinisiatif menggunakan baju pelindung diri dengan membawa obor yang disemprot bahan bakar minyak untuk mengusir tawon.
BACA JUGA: Update Harga Emas 24 Karat Antam 6 Januari 2022: Naik Rp1.000
“Setelah tawon-tawon pergi, tubuh korban penuh dengan luka sengatan,” katanya.
Upaya pertolongan lanjutan pun dilakukan dengan membawa korban ke rumah sakit. Sayangnya, lanjut dia, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh petugas kesehatan yang berupaya memberkan pertolongan. “Sudah meninggal dan kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan,” katanya.
Kapolsek Gedangsari, AKP Pudjijono menambahkan, korban dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Cawas sekitar pukul 19.00 WIB. Diduga nyawa tidak tertolong karena banyaknya luka dari sengatan tawon vespa.
“Hasil penyelidikan, kemungkinan korban tidak sengaja mengenai sarang tawon hingga akhirnya mengamuk dan menyengat,” katanya.
Dia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran dan warga lebih berhati-hati lagi pada saat beraktivitas. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kecelakaan maupun peristiwa yang dapat mengganggu keselamatan lainnya. “Kehati-hatian ini sangat penting untuk keamanan dan keselamatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.