Seri A PSSI Sleman Dimulai, Target Empat Emas Porda 2027
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
ilustrasi-Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Pihak kepolisian menyebut masih memproses aksi vandalisme yang terjadi di dinding benteng Kraton Jogja beberapa waktu lalu. Sebagian dinding yang masuk dalam status cagar budaya itu sempat dicoret dengan cat semprot oleh orang tak dikenal.
"Masih dalam proses penyidikan, kita terus gali siapa yang membuat dan melakukan perbuatan tersebut dan mengembangkan," kata Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja, Jumat (14/1/2022).
BACA JUGA: Minta Videokan Temannya, Pria Asal Bantul Tendang Sesajen karena Alasan Keyakinan
Timbul menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapat laporan soal aksi vandalisme yang terjadi di dinding benteng Kraton Jogja. Vandalisme itu berupa coretan di dua titik dengan cat semprot berwana hitam dengan tulisan tertentu.
Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, Sumargandi menjelaskan, diperkirakan aksi vandalisme di dinding benteng Kraton Jogja itu dilakukan pada awal pekan ini. Pelaku melakukan aksinya pada malam menjelang dini hari dan sempat tertangkap tangan oleh petugas Linmas setempat.
"Kejadiannya dekat kantor kemantren sekitar pukul 01.00 WIB. Saat anggota Linmas berjaga, melihat ada orang-orang itu. Selanjutnya ditegur dan ditanya, mengapa dicoret-coret bangunan cagar budaya ini, tapi kata orang itu hanya iseng," ujarnya.
Pihaknya juga telah mengecat ulang coretan yang beberapa waktu lalu sempat dibuat. Kini area tersebut telah kembali seperti semula. "Sudah kami cat lagi, kami juga sudah ada cat di kantor yang kebetulan masih tersimpan. Kemarin itu mengakunya iseng, tapi seharusnya kan tahu itu benteng Kraton," katanya.
Sumargandi menjelaskan, di malam hari area benteng Kraton Jogja tersebut memang kerap ditemui sejumlah anak muda yang sering nongkrong hingga larut malam. Petugas juga telah sering mengimbau dan mengingatkan agar tidak berkumpul karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.
"Sekarang memang sudah mulai ramai lagi. Makanya kami sudah ingatkan juga, masih sering berada di sana. Tapi untuk pelakunya apakah itu yang sering berada di sana kami juga belum tahu persis," urainya.
Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya aksi vandalisme tersebut kepada pihak berwenang untuk diproses. Ia juga mengimbau agar masyarakat sama-sama menjaga dan memelihara bangunan yang masuk dalam kawasan cagar budaya di wilayah Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
John Herdman mengungkap tekanan yang dirasakannya menjelang Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak komentar dan persiapan Garuda.
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.
Lebih dari 45.000 siswa Jerman berunjuk rasa di 100 kota memprotes pemeriksaan kesehatan dan kebijakan wajib militer baru.
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
SBY mengenang Guruh Soekarnoputra melalui pameran lukisan dan perbincangan di Istana serta menyoroti sumbangsihnya bagi seni dan Indonesia.