Advertisement

Ratusan Guru Honorer Bantul Tak Lolos PPPK, Ini Solusi Pemkab

Catur Dwi Janati
Jum'at, 14 Januari 2022 - 18:47 WIB
Bhekti Suryani
Ratusan Guru Honorer Bantul Tak Lolos PPPK, Ini Solusi Pemkab Suasana audiensi Forum GTKHNK dengan Bupati Bantul pada Jumat (14/1/2022) - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul melangsungkan audiensi dengan forum Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35+ Kabupaten Bantul. Sejumlah skema digodok agar guru honorer dan tendik bisa memperoleh kesejahteraan yang makin baik.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menerima laporan beberapa problem yang dialami Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Bantul. Para GTT dan PTT usianya rata-rata di atas 35 tahun memiliki masa pengabdian yang panjang, namun tak semuanya masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K).

"Cara pemerintah mengapresiasi, ya harus ditempatkan atau diapresiasi dengan cara memperhatikan kesejahteraan mereka. Karena mereka ini sudah mengabdi cukup lama," tutur Halim pada Jumat (14/1/2022).

Halim mengakatan Pemkab Bantul akan mengusulkan ke pemerintah Pusat agar para GTT dan PTT yang honorer agar bisa diperlalukan secara khusus. "Ada affirmation policy, kebijakan khusus dengan cara mengangkat mereka [guru honorer] yang sudah mencapai passing grade untuk ditetapkan sebagai P3K," ujarnya.

BACA JUGA: Lima Gunung Api Purba Ditemukan di Gunungkidul, Ada yang di Pantai

Aspirasi para GTT dan PTT ini akan diteruskan Halim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di luar itu, sejumlah guru dan tendik lainnya yang tidak mencapai passing grade dan lebih dari 35 tahun juga akan dicarikan solusi lain.

"Harus kita carikan solusinya, agar mereka tetap bisa mengabdi, di dunia pendidikan atau di luar dunia pendidikan. Kalau yang terakhir ini, pemerintah daerah bisa mengambil kebijakan," tandasnya.

Beberapa skema dibahas dalam audiensi ini. Salah satunya guru dan tendik yang bidang pendidikannya tidak linear bisa ditempatkan di sejumlah OPD. "Itu kebutuhan-kebutuhan tenaga dengan kualifikasi kesarjanaan tertentu, itu bisa kita ambilkan dari GTT PTT yang non-linear dengan yang dibutuhkan dunia pendidikan," ujarnya.

Selain itu skema insentif juga diupayakan untuk menyejahterakan GTT dan PTT di Bantul. Termasuk tambahan insentif kepala sekolah dan guru TK yang telah diberlakukan di Bantul. "Insentif GTT dan PTT kita itu dari tahun ke tahun cenderung naik dan komitmen kita akan terus kita naikkan," tukasnya.

Ketua Forum (GTKHNK) Bantul, Priany berharap agar guru-guru yang telah lolos passing grade seleksi P3K tahap satu untuk bisa diprioritaskan di formasi tahun 2022. Kemudian untuk tendik, Priany berharap pada seleksi P3K tahun 2022 ini ada formasi untuk mereka.

Advertisement

"Di forum kami yang sudah lulus tahap satu [P3K] itu ada 547 orang, sisanya 402 orang itu belum lulus [P3K]. Dari 402 itu ada 357 orang. Harapannya ini bisa diprioritaskan," terangnya.

Di sisi lain, Priany juga berharap sejumlah guru honorer di sekolah negeri yang posisinya tergeser karena masuknya guru dari sekolah swasta yang lulus P3K bisa diplotkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan. "Karena kebanyakan mereka [guru honorer] ini sudah mengabdi puluhan tahun, rata-rata di atas 10 tahun," tukasnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Alasan Polisi Enggan Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

News
| Kamis, 11 Agustus 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement