CSR Perusahaan Bisa Dipakai Lindungi Pekerja Informal, Ini Arahan Sri Sultan
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel luas lahan tanah kas desa (TKD) untuk digunakan sebagai Transit Multi Fungsi (TMF). Lahan yang ditawarkan tersebut dinilai strategis dan berada di dekat exit/entry tol Jogja-Bawen di Banyurejo.
Lurah Banyurejo Saparjo mengatakan proposal pengajuan pemanfaatan lahan TKD seluas 6 hektare tersebut disampaikan ke pemerintah secara berjenjang melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman. Usulan lahan tersebut disampaikan ke Dispertaru pada Desember 2021 lalu.
"Rencana pembangunan TMF itu rencana dari Pemerintah Pusat. TMF ini akan menjadi suttle dan tempat transit kendaraan dari luar daerah (untuk mendukung pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen). Kebutuhannya sekitar 6 hektare," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (17/1/2022).
BACA JUGA: Ini Arti dan Filosofi Nama Nusantara Ibu Kota Negara Baru di Kaltim
Lahan di dekat tol Jogja-Bawen tersebut, kata Saparjo sangat strategis untuk dibangun TMF karena berada di pinggir jalan raya. Adapun TMF nantinya dapat dimanfaatkan oleh semua potensi yang dimiliki oleh Kalurahan Banyurejo. Mulai dari pelaku UMKM, pelaku seni dan budaya hingga pelaku pariwisata di Banyurejo.
Pemerintah Kalurahan, katanya, hanya mengusulkan lahan tersebut adapun keputusan diterima atau tidak tergantung dari pemerintah pusat. Meski begitu, Saparjo tetap berharap agar keberadaan TMF tersebut berada di wilayah Banyurejo untuk memakmurkan masyarakat.
"Warga Banyurejo bisa menjadi pelaku bisnis dan memanfaatkan TMF yang efeknya bisa memakmurkan warga. Warga bisa menjadi subjek dan tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri [pembangunan jalan tol saja]," katanya.
Ia mengatakan, Banyurejo memiliki banyak potensi ekonomi dan pariwisata yang masih perlu terus dikembangkan. Seperti wisata pasar jadul Lembah Si Cangkring dengan panganan khas jaman dulu, Watu Jagal di Plataran pertemuan antara Kali Progo dan Kali Krasak, kuliner khas Bebek Bacem di Nglengis dan lainnya.
"Untuk Desa Budayanya kami memiliki Badui, Jathilan, Ketoprak, Kubro Siswo dan beragam potensi kesenian lainnya," ujar Saparjo.
Sekadar diketahui, TMF yang digagas Pemkab Sleman merupakan sebuah kawasan multi fungsi terdiri dari pusat suvenir, tempat parkir, show room UKM, tourist information center, dan pusat kuliner. Keberadaan TMF ini nantinya akan memadukan rest area dengan wadah transit wisata di sekitar lokasi.
Sebelumnya, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Sleman, Dona Saputra Ginting menjelaskan bila sepanjang Tol Jogja Bawen yang masuk wilayah Sleman tidak dilengkapi dengan rest area. Sebagai gantinya, Pemkab Sleman akan membangun Transit Multi Fungsi (TMF) di dekat exit/entry tol di Banyurejo, Tempel.
"TMF ini merupakan sebuah kawasan multi fungsi yang di dalamnya terdiri dari pusat souvenir, tempat parkir, show room UKM, tourist information center, dan pusat kuliner," jelas Dona.
Keberadaan TMF untuk tol Jogja-Bawen ini nantinya akan memadukan rest area dengan wadah transit wisata di sekitar lokasi. TMF juga menjadi pusat lokasi Integrated Tourism Master Plan (ITMP) di DIY. Di dalamnya juga terdapat plaza pusat showrom untuk UMKM lokal yang dikelola oleh masyarakat. Hal itu untuk mengakomodasi kegiatan ekonomi di sekitar exit tol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Thailand menegur Israel terkait perilaku sejumlah wisatawan di Koh Phangan, Koh Samui, dan Phuket. Thailand juga memperketat aturan bagi warga asing.
Laptop Windows mulai lambat atau penyimpanan penuh? Simak cara menghapus aplikasi dengan aman, mematikan startup, dan menggunakan Storage Sense.
Marco Bezzecchi menghadapi MotoGP San Marino 2026 di Misano, hanya beberapa kilometer dari rumahnya di Rimini. Ia masih memburu gelar juara dunia.
Daftar negara terkaya di Asia 2026 berdasarkan PDB per kapita IMF. Singapura berada di posisi pertama, sementara Indonesia ada di peringkat 30.
Pemda DIY memperluas Cek Kesehatan Gratis ke lingkungan perusahaan. Sekitar 1.100 pekerja menjadi sasaran, sementara cakupan CKG usia produktif baru 13,07 perse