Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Ilustrasi awan tebal menjelang hujan deras akibat cuaca ekstrem./Antara-Wahdi Septiawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang diprediksi melanda Jogja dan sekitarnya hingga sepekan ke depan.
BMKG meminta masyarakat mewaspadai dampak cuaca ekstrem ini. Hujan lebat dalam dua hari belakangan dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer seperti cold surge (seruakan massa udara dingin dari Asia menuju wilayah Indonesia).
BACA JUGA: BPBD Minta Warga Jogja Waspadai Hujan Lebat Sampai 22 Januari
Kepala Staklim BMKG Jogja Reni Kraningtyas menjelaskan pada Januari ini wilayah DIY sudah memasuki puncak musim hujan.
Selain karena cold surge, hujan deras merupakan dampak dari aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di beberapa wilayah, pola tekanan rendah yang memicu terbentuknya pumpunan, dan belokan angin yang diperkuat pengaruh udara dalam skala lokal.
“Kondisi tersebut secara signifikan dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam periode sepekan ke depan,” kata Reni kepada Harian Jogja, Kamis (20/1/2022).
BACA JUGA: Aneh! Musim Hujan Tetapi Cuaca di Jogja Cerah
Selama Januari ini curah hujan yang turun berkisar antara 200 hingga 400 mm/bulan. Namun potensi terjadi cuaca ekstrem masih bisa terjadi hingga Februari mendatang. "Ini mengingat wilayah DIY menunjukkan pertemuan angin,” katanya.
Pemangku kepentingan, lanjutanya diharapkan tetap berkoordinasi dengan BMKG, mewaspadai serta bersiap-siap untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang akan terjadi di wilayah DIY. Masyarakat juga diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir, angin kencang, gelombang tinggi, dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.