Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan ayah terhadap anak kandung di Kapanewon Semin. Tersangka S juga telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ratri Ratnawati mengatakan, kasus pencabulan ini dilaporkan oleh ibu korban atau mantan suami S pada awal November 2021 lalu. Proses penyelidikan pun dilakukan untuk mengungkap kasus ini hingga akhirnya menangkap S di rumahnya pada 21 Desember lalu.
Pada saat ditangkap, tersangka awalnya tidak mengakui perbuatan bejat yang telah dilakukan. Penyidik pun sempat mendatangkan alat pendeteksi kebohongan atau poligraf dari laboratorium forensik di Semarang.
"Sekarang masih dalam proses pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kalau sudah lengkap akan segera kami limpahkan" kata Ratri, Kamis (20/1/2022).
BACA JUGA: Viral Parkir Rp350.000 di Jogja, Polisi: Ternyata Mark Up Kru Bus Wisata
Dia menjelaskan, pemerkosaan terjadi sebanyak dua kali dan dilakukan pada saat pelaku dalam kondisi mabuk. Adapun rentang waktunya kurang dari satu bulan. "Usai kejadian, pelaku meminta anaknya untuk tutup mulut," katanya.
Ratri menambahkan, orang tua korban sudah bercerai dan si anak ikut ibunya tinggal di wilayah Bantul. Meski demikian, korban masih sering pulang ke rumah ayahnya di Semin. "Semua kejadian pemerkosaan di Semin," ujarnya.
Atas perbuatannya ini, S dijerat pasal 81 subsider 82 Undang-Undang No.17/2016 tentang tindakan cabul dan setubuh. Selain itu juga dituntut Undang-undang tentang Perlindungan Anak. Adapun ancamannya hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
Ratri mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gunungkidul untuk memberikan pendampingan terhadap korban yang saat ini masih sekolah. "Untuk status korban juga masih siswi SMP," katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, siap memberikan pendampingan kepada korban yang menjadi kekerasan seksual.
Adapun teknisnya dilakukan koordinasi dengan UPPA Polrrs Gunungkidul yang menangani kasus ini. "Kami siap memberikan pendampingan kepada korban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Simak jam keberangkatan dan tarif tetap Rp8.000.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan kusta bukan kutukan dan mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penyintas melalui deteksi dini.
Polri melimpahkan kasus dugaan korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung. DPR memastikan proses hukum dikawal hingga tuntas.
Kemensos terus mendampingi anak di Sukabumi yang kerap mencium bau BBM. Asesmen menunjukkan perkembangan perilaku, tetapi pendampingan berlanjut.
KDMP Bentangan Klaten menggaji dua pegawai Rp1,5 juta per bulan dari pendapatan operasional dengan omzet rata-rata Rp40 juta setiap bulan.