Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Polisi menunjukkan barang bukti yang disita dari kelima pelaku, di Polsek Mlati, Sleman, Senin (24/1/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Lima remaja pelajar SMP dan SMA ditangkap polisi setelah mengeroyok dua orang dengan tongkat alumunium dan sabuk gara-gara merasa dipeloti di Jalan Magelang Km 5,5, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman, pada Jumat (21/1/2022) malam lalu.
Kanit Reskrim Polsek Mlati, AKP Noor Dwi Cahyanto, mengatakan kelima remaja ini meliputi FS, TW, AVM, FRB dan RA. Kelimanya berusia 17 tahun dan beralamat di Kasihan, Bantul. Sementara dua korban yakni BR, 19, warga Mlati dan KVS, 19, warga Tegalrejo, Kota Jogja.
BACA JUGA: Tangan Pemotor Tersayat di Jakal, Jogja Darurat Klitih
Ia menceritakan insiden ini terjadi di sejumlah titik, sekitar pukul 22.45 WIB. Pertama di Jalan Jambon, sekitar Sindu Kusuma Edupark. Di titik ini rombongan pelaku yang menggunakan motor melaju dari arah timur ke barat berpapasan dengan kedua korban yang juga menaiki motor dari arah barat ke timur.
“Korban niatnya menuju ke jombor. Saat kontak mata, kelompok pelaku ada yang merasa dipelototi oleh korban sehingga niat mereka muncul dari Jalan Jambon. Korban diikuti sampai masuk ke ruas Jalan Magelang,” ujarnya, Senin (24/1/2022).
Kemudian di utara batas kota, sekitar Gereja Aletheia dan Hotel Grand Serela, gerombolan pelaku melempari korban dengan helm. Sesaat korban berhenti sementara para pelaku melaju arah utara. Tanpa berpikir negatif, korban pun melanjutkan perjalanannya ke arah utara.
Sesampainya di Simpang Empat Eelokan Mataram Jalan Magelang, ternyata para pelaku telah menunggu korban. Mereka mencegat dan sempat memukuli korban dengan tongkat alumunium dan sabuk. Korban pun mencoba kabur dengan memacu motornya.
Namun, gerombolan pelaku berhasil mengejar korban, sampai di depan sebuah warmindo di Jalan Magelang, korban ditabrak dengan motor pelaku hingga terjatuh. Di situ ah kelima pelaku mengeroyok kedua korban hingga babak belur.
Kejadian ini diketahui oleh petugas Polsek Mlati yang pada waktu itu tengah patroli di sekitar Jalan magelang. Polisi mulai melihat pelaku dan korban di Simpang Empat selokan Mataram, yang kemudian dikejar hingga korban dikeroyok di depan warmindo.
BACA JUGA: Bukan Klithih, Begini Kronologi Keributan di Lempuyangan pada Malam Tahun Baru
Saat itu juga, dengan bantuan warga di sekitar lokasi, polisi berhasil meringkus kelima pelaku dan membawa mereka ke Polsek Mlati. Sementara, kedua korban dibawa ke RSA UGM karena menderita luka cukup parah
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku tidak terindikasi terlibat geng sekolah. “Namun dari analisis kami, beberapa pelaku masih dalam satu kelurahan. Semua berbeda sekolah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jokowi bertemu Prabowo di Kertanegara pada 6 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung tertutup dan berdekatan dengan putusan MK soal Gibran.
Harga cabai rawit di Gunungkidul tembus Rp75.000 per kg. Pasokan menipis setelah petani melewati puncak panen.
iPhone 18 Pro dan Pro Max resmi masuk Indonesia melalui iBox. Pre-order mulai 7 Oktober 2026, harga mulai Rp27,499 juta.
DPR mendukung audit forensik pengelolaan keuangan haji dan menyoroti transparansi dana haji serta skema BPIH 2027.
DPR menggelar uji kelayakan terhadap 15 calon Dewas LPP RRI masa jabatan 2026-2031 pada Rabu, 7 Oktober 2026.