Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Polisi menunjukkan barang bukti yang disita dari kelima pelaku, di Polsek Mlati, Sleman, Senin (24/1/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Lima remaja pelajar SMP dan SMA ditangkap polisi setelah mengeroyok dua orang dengan tongkat alumunium dan sabuk gara-gara merasa dipeloti di Jalan Magelang Km 5,5, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman, pada Jumat (21/1/2022) malam lalu.
Kanit Reskrim Polsek Mlati, AKP Noor Dwi Cahyanto, mengatakan kelima remaja ini meliputi FS, TW, AVM, FRB dan RA. Kelimanya berusia 17 tahun dan beralamat di Kasihan, Bantul. Sementara dua korban yakni BR, 19, warga Mlati dan KVS, 19, warga Tegalrejo, Kota Jogja.
BACA JUGA: Tangan Pemotor Tersayat di Jakal, Jogja Darurat Klitih
Ia menceritakan insiden ini terjadi di sejumlah titik, sekitar pukul 22.45 WIB. Pertama di Jalan Jambon, sekitar Sindu Kusuma Edupark. Di titik ini rombongan pelaku yang menggunakan motor melaju dari arah timur ke barat berpapasan dengan kedua korban yang juga menaiki motor dari arah barat ke timur.
“Korban niatnya menuju ke jombor. Saat kontak mata, kelompok pelaku ada yang merasa dipelototi oleh korban sehingga niat mereka muncul dari Jalan Jambon. Korban diikuti sampai masuk ke ruas Jalan Magelang,” ujarnya, Senin (24/1/2022).
Kemudian di utara batas kota, sekitar Gereja Aletheia dan Hotel Grand Serela, gerombolan pelaku melempari korban dengan helm. Sesaat korban berhenti sementara para pelaku melaju arah utara. Tanpa berpikir negatif, korban pun melanjutkan perjalanannya ke arah utara.
Sesampainya di Simpang Empat Eelokan Mataram Jalan Magelang, ternyata para pelaku telah menunggu korban. Mereka mencegat dan sempat memukuli korban dengan tongkat alumunium dan sabuk. Korban pun mencoba kabur dengan memacu motornya.
Namun, gerombolan pelaku berhasil mengejar korban, sampai di depan sebuah warmindo di Jalan Magelang, korban ditabrak dengan motor pelaku hingga terjatuh. Di situ ah kelima pelaku mengeroyok kedua korban hingga babak belur.
Kejadian ini diketahui oleh petugas Polsek Mlati yang pada waktu itu tengah patroli di sekitar Jalan magelang. Polisi mulai melihat pelaku dan korban di Simpang Empat selokan Mataram, yang kemudian dikejar hingga korban dikeroyok di depan warmindo.
BACA JUGA: Bukan Klithih, Begini Kronologi Keributan di Lempuyangan pada Malam Tahun Baru
Saat itu juga, dengan bantuan warga di sekitar lokasi, polisi berhasil meringkus kelima pelaku dan membawa mereka ke Polsek Mlati. Sementara, kedua korban dibawa ke RSA UGM karena menderita luka cukup parah
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku tidak terindikasi terlibat geng sekolah. “Namun dari analisis kami, beberapa pelaku masih dalam satu kelurahan. Semua berbeda sekolah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.