Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Bahaya erupsi Gunung Merapi meluas. Badan Geologi memperbarui rekomendasi bahaya Gunung Merapi menyusul perkembangan aktivitas erupsi dan perubahan topografi di puncak Merapi.
Namun, tidak ada perubahan status dalam pemutakhiran ini. Merapi masih berstatus Siaga.
BACA JUGA: Update Erupsi Merapi: Kubah Lava Terus Tumbuh, Awan Panas & Guguran Lava Teramati
Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, menjelaskan perubahan rekomendasi bahaya berada di barat daya meliputi Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng. Semula potensi bahayanya hanya sejauh 5 km, kini menjadi 7 km.
“Dengan menggunakan data topografi terbaru, hasil pemodelan menunjukkan apabila kubah lava barat daya longsor secara masif, akan menimbulkan awan panas guguran ke Sungai Bedog, Bebeng, Krasak sejauh maksimal 6,3 km,” ujarnya, Kamis (27/1/2022).
Sementara, rekomendasi bahaya pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Dengan rekomendasi bahaya terbaru ini, masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut dan mewaspadai ancaman lahar, terutama saat turun hujan di seputar Gunung Merapi.
Hasil analisis data drone dan kamera DSLR menunjukkan kondisi kedua kubah lava dan tebing-tebing puncak sekitarnya masih stabil. Guguran lava atau rockfall (RF) dan awan panas guguran (APG) saat ini bersumber di bagian atas kiri kubah lava barat daya yang merupakan pusat ekstrusi magma saat ini.
Topografi di hulu-hulu sungai sektor barat daya berubah akibat penumpukan material guguran dan awan panas. Berdasarkan data pantauan selama 2021, terjadi guguran lava sebanyak 61.446 kali dan awan panas guguran sebanyak 424 kali.
BACA JUGA: Terus Tumbuh, Wajarkah Volume Kubah Lava Merapi?
Kubah lava tengah kawah dan barat daya terus tumbuh dengan laju rata-rata masing-masing sebesar 5.000 meter kubik per hari dan 10.000 meter kubik per hari. Pada 20 Januari 2022, volume kubah tengah kawah terhitung sebesar 3.007.000 meter kubik dan kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 meter kubik.
Intensitas data pemantauan seismik internal (VT dan MP) dan deformasi dalam fase erupsi Merapi ini cukup signifikan, tetapi tidak meningkat secara menerus. Ekstrusi magma diperkirakan masih akan berlangsung dengan tipe erupsi cenderung bersifat efusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
Etomidate merupakan obat anestesi yang disalahgunakan dalam vape. Kenali fungsi medis, status hukumnya di Indonesia, dan risiko kesehatannya.