Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan sebagai wadah untuk menampung dan mengakomodasi berbagai usulan masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyusun strategi penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah melalui pendekatan kausatif dan simptomatif.
“Musrenbang tematik ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan. Hasil dari forum ini akan dikolaborasikan dengan arah kebijakan Wali Kota serta melibatkan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), akademisi, dan perwakilan masyarakat,” ujar Agus, Kamis (23/10/2025).
Menurut Agus, hasil musyawarah akan diformulasikan menjadi rekomendasi kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih fokus dan tepat sasaran.
Ia menyebutkan sejumlah usulan menarik yang muncul dalam forum tersebut, antara lain pembentukan Forum Peduli Pengurangan Kemiskinan yang melibatkan masyarakat lintas sektor, kolaborasi antara sekolah dan komunitas dalam pengelolaan sampah, serta pelatihan pengemasan dan manajemen usaha bagi pelaku UMKM.
“Selain itu, ada juga usulan pembangunan infrastruktur ramah lansia untuk mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif,” tambahnya.
Agus mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kota Yogyakarta mengalami penurunan dari 6,26% menjadi 6,14% per September 2025. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait peningkatan kualitas hunian masyarakat.
“Saat ini masih ada sekitar 1.000 unit rumah yang tergolong tidak layak huni dan menjadi sasaran program bedah rumah. Selain itu, Pemkot juga menjalankan program food bank untuk memastikan ketahanan pangan bagi warga kurang mampu,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan di Kota Yogyakarta.
“Upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Diperlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.