Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi kekerasan seksual./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh sesama mahasiswa di Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF). Meski belum menerima laporan, Rektorat UNY berkomitmen mengusut kasus ini.
“Belum, justru saya baru mencari lewat WR [Wakil Rektor] III dan jajarannya. Di media sosial beredar kabar seperti itu, sementara kami belum dapat informasi seperti itu,” ujar Rektor UNY, Sumaryanto, Rabu (26/1/2022) petang.
BACA JUGA: Survei: Mayoritas Masyarakat Dukung Permendikbud PPKS Diterapkan di Kampus
Sembari menunggu pelaporan dari pihak-pihak terkait, ia memastikan kampus juga aktif mengusut kasus kekerasan seksual ini.
Jika kekerasan seksual terbukti benar, pelaku akan diberikan sanksi sesuai Peraturan Rektor. Ia pun akan menyerahkan kasus tersebut kepada penegak hukum.
Ketua BEM KM UNY, Ryan Maulia Muhammad, menuturkan kekerasan seksual ini terjadi pada 2019 silam dan baru terungkap beberapa waktu terakhir. BEM KM UNY mengecam segala bentuk kekerasan seksual, siap mengawal, dan mendampingi korban.
“Kami mendorong dan mengawal kampus untuk segera menindaklanjuti pembentukan satgas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkup kampus. Kami juga akan memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban,” ujarnya.
BACA JUGA: Eks Aktivis Kampus Menolak Disebut Pemerkosa, UMY Tegaskan Ada Perbuatan Asusila
Lantaran sudah terjadi pada 2019 silam dan belum ada laporan resmi, ia mengaku tidak mudah mengusut kasus ini. Pelaku pun sudah lulus dari UNY. Meski demikian ia berusaha membangun komunikasi dengan korban untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan memberi pendampingan.
Berdasarkan informasi yang ia kumpulkan sejauh ini, kasus kekerasan seksual tersebut terjadi di rumah indekos, bukan di kampus. Pelaku terdiri dari dua orang, satu orang sudah lulus dan yang satu lagi belum. Korban dan pelaku terlibat dalam satu UKMF yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
DPRD Sleman menyoroti pencairan dana JPS yang dinilai perlu dipercepat. Dinsos Sleman mulai menyederhanakan tahapan permohonan bantuan