Dishub Bantul Renovasi 133 Lampu Trotoar Jalan Sudirman
Dishub Bantul menganggarkan Rp399 juta untuk memperbaiki 133 lampu trotoar di Jalan Jenderal Sudirman agar lebih aman dan menarik.
Barang bukti mobil yang rusak akibat lemparan pelaku diamankan di Polsek Wonosari, Jumat (13/7/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA-Jajaran Polresta Jogja mengaku tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan insiden kejahatan jalanan atau klithih yang terjadi pada Jumat (28/1/2022) kemarin. Seorang warga diketahui menjadi korban lemparan batu oleh orang tak dikenal saat melintas di kawasan AM. Sangaji, Jetis hingga kaca mobil bagian depan pecah.
"Kita koordinasi dengan Polres Sleman, masih belum tahu apakah locus delicti-nya benar di kota atau wilayah lain," kata Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, Sabtu (29/1/2022).
Purwadi mengatakan bahwa, petugas Polsek setempat juga telah melakukan pemeriksaan awal terhadap insiden itu untuk mengetahui kronologi detail dan motif di balik dugaan penyerangan tersebut. Bila diperlukan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan CCTV atau kamera pengawas di lokasi kejadian.
"Kita akan upayakan, tapi sampai sekarang korban juga masih belum melapor," jelasnya.
Insiden ini diketahui menimpa warga Kapanewon Mlati, Sleman yakni Asep Taryanto, 51. Saat itu, ia mengaku berangkat mengantar istrinya untuk menebus obat di salah apotek di Kota Jogja dan melintas di area Jalan AM. Sangaji sekira pukul 03.30 WIB dini hari. Namun, ia menyebut bahwa apotek yang dituju tutup.
"Istri saya punya penyakit asma, jadi harus ada obatnya. Sampai di apotek, ternyata masih tutup dan buka jam 04.00 WIB. Mungkin karena pandemi jadi tidak 24 jam lagi," katanya kepada wartawan lewat sambungan telepon.
Baca juga: Begini Jurus Pemkab Sleman Perangi Klithih
Lantas dirinya memutar balik untuk pulang melewati Selokan Mataram dan selanjutnya menuju ke Jalan Magelang. Nahas, sebelum berbelok ke jalan yang dituju Asep mengaku tiba-tiba mendapat lemparan batu dari orang tak dikenal yang melintas dari utara dengan menggunakan sepeda motor.
"Kejadiannya cepat, kondisi jalan memang sepi dan hanya ada satu sepeda motor yang melintas itu mereka berboncengan," jelas dia.
Lemparan batu mengenai kaca depan bagian bawah sebelah kiri pada mobil jenis Daihatsu yang dikendarainya. Dalam postingan yang dibagikan di sosial media, tampak kaca depan pecah dengan kondisi berlubang dan keseluruhan kaca retak. Barang bukti berupa batu juga masih ada di dalam mobil tersebut. Diameter batu yang dilempar itu sekira 5-10 sentimeter atau sebesar kepalan tangan.
Selain itu, lemparan batu disebut Asep juga mengenai dadanya dan serpihan kaca sempat terlempar ke istrinya yang duduk di sebelah. Bahkan kondisi batu sampai pecah terbelah jadi tiga bagian. "Dugaan saya klithih, karena di sekitar kejadian tidak ada renovasi rumah atau pembangunan infrastruktur. Saya tidak terlalu ingat persis motor yang dikendarai apa, tapi pasti mereka berboncengan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Bantul menganggarkan Rp399 juta untuk memperbaiki 133 lampu trotoar di Jalan Jenderal Sudirman agar lebih aman dan menarik.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.